Oleh : Azirwan Mustaqim, ST
Kembali kita bersyukur kepada Allah SWT, sampai pada hari ini dimana bertemunya dua kemuliaan, kemuliaan hari
Jum’at sebagai sayyidul ayyam dan kemuliaan bulan Zulhijjah salah satu dari 4
bulan Harom yang dimuliakan Alloh. Yang 10 hari pertamanya merupakan hari-hari terbaik untuk beramal.
« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ
“Tidak ada satu amal sholeh yang
lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari
ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah) (HR Abu Daud)
Dan hari ini kita telah memasuki hari
yang ke 3 dari 10 hari yg mulia itu. Allah swt masih beri kita nikmat hidup,
badan yang sehat dan Istiqomah dalam iman dan Islam. Untuk itu kita bersyukur
dengan ucapan الحمد
لله رب العلمين
dan bersholawat kepada Baginda Nabi Allohumma
Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad...
Lebih
kurang 7 hari lagi kita akan merayakan salah satu hari besar Islam, yakni Hari
Raya Idul Adha atau juga sering kita sebut Hari Raya Qurban, karena pada hari
itu ada satu ibadah khusus yang Alloh syari’atkan bagi kita, yakninya ibadah
Qurban. Ada banyak sekali hikmah dan keutamaan dari ibadah qurban ini
diantaranya:
Yang
Pertama: Ibadah Qurban Merupakan Bukti Syukur Kepada Alloh SWT.
Dalam surat yang paling pendek dalam
Alqur’an Alloh Berfirman:
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
“Sungguh Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.” Berapa banyaknya?
وَإِن تَعُدُّوا
نِعْمَةَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا
“Jika kamu hendak menghitung banyaknya nikmat
Alloh itu, maka kamu pasti tidak akan pernah sanggup menghitungnya”
dalam Ayat lain Alloh jelaskan lagi:
وَمَا
بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّهِ
“Kenikmatan
apa saja yang kamu rasakan, semuanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
(QS. An-Nahl[16]: 53)
Lalu bagaimana cara kita mensyukuri semua nikmat Alloh itu? Maka lanjutan ayat yg pertama khotib sampaikan tadi:
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ
لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah
Alhamdulillah siang ini ringan kaki
melangkah, tangan terayun utk datang ke masjid ini, untuk melaksanakan sholat
jum’at, salah satu bentuk ungkapan rasa syukur kita kepada Alloh atas nikmat
sehat, atas nikmat hidup yang Alloh berikan. Namun belum cukup hanya dengan
sholat jumat, tak cukup hanya dengan sholat fardhu, tapi Alloh juga perintahkan
kita untuk berqurban, sebagai tanda ungkapan syukur kepadaNya atas segala nikmat
yang telah diberikanNya terutama atas nikmat harta yang telah Alloh cukupkan dan
Alloh lebihkan.
Maka sampai di tgl 3 Zulhijjah ini
Sudahkah kita daftarkan diri kepada panitia? Sudahkah kita sisihkan sebagian
harta kita, sebagian dari nikmat Alloh itu untuk melaksanakan ibadah qurban?
Jamaah
jum’at Rohimakumulloh...
Hikmah Qurban Yang Kedua:
Qurban Merupakan Bukti Kepatuhan dan
Ketaatan kepada Alloh.
Karena qurban akan mengajarkan kita tentang keikhlasan, kepatuhan dan ketaatan dalam menjalankan perintah Alloh SWT Sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim Alaihisalam
Demi menjalankan perintah Alloh Nabi Ibrahim sanggup memberikan harta yang paling ia cintai, sanggup mengorbankan apa yang paling ia sayangi, ia rela menyembelih anak kandungnya Ismail Alaihissalam. seorang anak yang sudah begitu lama dinantikan kehadirannya.
Siang malam berdo’a kepada Allah SWT:
الصَّالِحِينَ مِنَ لِي هَبْ رَبِّ
“Ya Tuhanku, anugrahkanlah
kepadaku seorang anak yang saleh”.
Namun
ketika anak itu datang, selagi eratnya berkasih sayang. Nabi Ibrahim diuji oleh
Alloh: sanggupkah dia mengalahkan rasa cintanya kepada anak dengan cintanya
kepada Alloh? Sanggupkah ia mengorbankan apa yang paling ia cintai demi
ketaatannya kepada Alloh?
Karena
Alloh berfirman :
لَنْ تَنَلُ الْبِر )kamu tidak akan mendapat kebaikan(
حَتَّى تُنفِقُو مِمَّا تُحِبُّون
)sampai kau bisa berikan
apa yang paling kau cintai(.
Dan Nabi ibrahim lulus dengan ujian itu. Maka Begitu pula dengan kita. Apakah kita juga akan lulus dengan ujian Alloh ini atau tidak?
Apakah
kita bisa mengalahkan kecintaan kita kepada harta dengan Cinta kita kepada
Alloh? Apakah kita bisa melawan nafsu cinta dunia demi patuh pada perintah
Alloh?
Allah
Ta’ala tidak minta anak kita, Allah Ta’ala tak minta jantung hati belaian jiwa
kita, karena pasti kita tak akan sanggup memberikannya. Dan Allah tahu itu.
لاَ يُكَلِّفُ الله نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا
Maka
yang diminta Allah hanya apa yang sesuai dengan kemampuan kita, yang diminta Allah hanya
sebagian kecil dari nikmat yang telah Allah berikan, sebagai bentuk bukti
kepatuhan dan ketaatan kita kepadaNya.
Selanjutnya yang ketiga: Ibadah Qurban mempunyai keutamaan dan balasan pahala
yang besar dari Alloh SWT.
Berapa besarnya
pahala berqurban? Dalam Hadits riwayat Ibnu Majah Nabi bersabda:
بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ
“Pada setiap bulunya terdapat
satu kebaikan/ pahala.”
Bisa jadi hadits ini bermakna
kiasan, ataupun makna yang sesungguhnya. Nabi ingin mengungkapkan betapa besarnya
pahala berqurban, karena tak ada kita yang mampu menghitung berapa banyak bulu yang
ada pada hewan qurban itu. Dan dalam
hadits yang lain masih riwayat Ibnu Majah: Nabi SAW bersabda:
وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا
وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا
sesungguhnya pada hari kiamat hewan qurban itu akan
datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya.
Menjadi saksi dan memberikan pertolongan bagi orang-orang yang berqurban.
Dan
ketika hewan qurban itu disembelih, sebelum darahnya menetes ke tanah, maka
ridho Alloh sudah terlebih dulu sampai untuk orang yang berqurban. Ampunan Alloh
atas dosa-dosanya telah lebih dulu sampai untuk orang-orang yang berqurban itu.
Maka berbahagialah orang-orang yang sudah ikut berqurban tahun ini, dan merugilah orang-orang yang masih menunda untuk berqurban, Karena tak ada yang bisa menjamin apakah kita masih akan hidup tahun depan dan bertemu lagi dengan Idul Adha.
Kalau
tahun ini kita mampu berqurban tapi kita tunda, dan ternyata idul Adha tahun
depan umur kita tidak sampai, maka sungguh penyesalan tiada berguna yang akan
kita rasakan. seperti orang-orang yang diceritakan Alloh dalam Alqur’an:
فَيَقُولَ
رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ
Apa
kata mereka yang menyesal itu?
“Ya
Rabb-ku, andai Engkau tangguhkan kematian ku, andai engkau hidupkan aku kembali
walau sesaat, walau sebentar saja
فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
maka
aku akan bersedekah dan melakukan amal
saleh”
Tapi
saat itu sudah terlambat, hanyalah penyesalan yg tiada bermakna.
Maka Hilangkanlah keraguan di hati kita, buang jauh-jauh pikiran yang menganggap bahwa harta akan berkurang kalau kita berqurban. Karena Allah subhanahu wa ta’ala berjanji dalam Alqur’an:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ
وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
dan setiap
harta yang kamu infakkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi
rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)
dan
Dalam hadits Riwayat Muslim, Nabi juga
bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.”
inilah
jaminan dari Alloh dan RosulNya, bagi orang2 yang bersedekah dan berinfak di
jalan Alloh akan diberikan ganti yg lebih baik dari apa yg telah mereka
sedekahkan itu.
Maka bagi kita yg sudah terdaftar ikut berqurban tahun ini, Alhamdulillah, mudah-mudahan tetap istiqomah setiap tahunnya, bagi yang belum, padahal dia sudah mampu, maka ingatlah peringatan dari Nabi saw:
مُصَلاَّنَا يَقْرَبَنَّ فَلا يُضَحِّ فَلَمْ سَعَةً مَنْ وَجَد
Siapa
yg punya kelapangan rezki, yg punya kemampuan tetapi tidak berqurban, maka
jangan mendekati tempat shalat kami.” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).
Keras
dan tegas ancaman dari Nabi.
Dan bagi kita
yang ingin tapi belum mampu berqurban tahun ini, maka paling tidak kita berniat
dalam hati, dan bersungguh-sungguh dengab niat itu, ada usaha kita untuk mewujudkannya.
Bisa dengan menabung mulai hari ini, sedikit demi sedikit dari penghasilan kita
tabung agar bisa ikut berqurban tahun depan.
Dan juga tak lupa selalu kita berdo’a kepada Alloh agar Alloh senantiasa memudahkan dan melembutkan hati kita untuk mau ikut berqurban, bersedekah, berinfak dan berwakaf di jalan Alloh swt. Amin...


