Kaum muslimin jamaah Jum’at Rahimakumulloh.
Bersyukur kepada Alloh SWT dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil 'alamin
Bersholawat kepada Baginda Nabi dengan
ucapan اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّد
Marilah senantiasa kita tingkatkan iman
dan Taqwa kepada Alloh SWT, dengan mengerjakan semua perintahNya dan menjahui
semua laranganNya.
Ramadhan telah berlalu, hari ini Jum’at, menjadi Jum’at pertama di bulan Syawwal. Maka setelah Ramadhan ini berlalu, ketika sudah masuk bulan Syawwal, manusia akan terbagi menjadi 3 kelompok:
1. Kelompok Pertama
Orang yang setelah
Ramadhan berobah menjadi lebih baik dari pada sebelum Ramadhan. lebih baik
ahklaknya, lebih taat ibadahnya, lebih rajin ke masjidnya,
lebih banyak amal solehnya, dan lebih takut berbuat dosanya.
Mudah-mudahan kita
semua termasuk kedalam kelompok yang pertama ini. Karena Inilah ciri-ciri orang
yang diterima puasanya oleh Alloh. salah satu ciri orang yang
mendapatkan kemuliaan lailatul qodar.
Yaitu tetap
istiqomah menjaga ketaqwaan dan ketaatannya setelah selesai bulan Ramadhan.
Dulu ketika Ramadhan kita berpuasa, maka masuk bulan Syawwal, lanjutkan dengan puasa 6 hari, yang keutamaannya seperti kata Nabi:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ
كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Siapa yang berpuasa Ramadhan
kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim)
Dulu selama Ramadhan rajin sholat berjamaah ke masjid,
maka setelah Ramadhan tetap rajin sholat ke masjid.
Dulu ketika Ramadhan rajin tarawih dan
witirnya maka setelah Ramadhan kita lanjutkan dengan tahajud, sholat-sholat
sunnat lainnya tetap kita jaga. Kalau ketika Ramadhan rajin bersedekah, maka
setelah Ramadhan harus tetap banyak sedekahnya. Ketika Ramadhan rajin baca
qur’an maka setelah Ramadhan terus pertahankan.
Kalau ketika Ramadhan takut membicarakan aib
orang, takut berbuat dosa, takut berbuat maksiatm maka setelah Ramadhan harus
lebih takut berbuat dosa dan tetap menjauhi maksiat.
Kalau semua ini bisa kita lakukan maka
insyaAlloh kita termasuk orang-orang yang berhasil mencapai tujuan dari ibadah
puasa yaitu membentuk pribadi yang bertaqwa.
2. Kelompok kedua
Orang-orang yang sebelum Ramadhan suka berbuat dosa,
lalai dalam beribadah, lebih banyak melakukan perbuatan sia-sia. Tapi ketika
datang bulan Ramadhan mereka berhenti dari perbuatan dosa, menjauhi perbuatan
maksiat, ikut berpuasa, jadi rajin ke masjidnya, banyak baca qur’annya.
Namun sayang setelah Ramadhan berlalu tak bisa
Istiqomah dengan ketaatannya, tak bisa menjaga ketaqwaannya, sehingga ia
kembali seperti semula, kembali lalai, kembali malas beribadah, kembali
melakukan dosa dan kemaksiatan.
Ini
adalah kelompok orang-orang yang ketaatannya hanya musiman saja, padahal bulan
Ramadhan bukanlah sekedar bulan untuk menumpuk amal, tapi Ramadhan adalah bulan
melatih diri untuk beramal. Melatih diri untuk takut kepada Alloh. Takut makan
dan minum meskipun makanan dan minuman itu halal. Takut berhubungan suami istri
meskipun istri sudah dinikahi dengan akad yang halal. Takut melihat yang haram,
takut menceritakan aib orang, takut hati berprasangka buruk kepada orang
lain.
Maka setelah satu bulan lamanya ditanamkan rasa takut kepada Allah itu. Harusnya rasa takut itu juga bisa kita bawa keluar dari Ramadhan masuk ke bulan Syawwal ini. Kita bawa dan kita jaga sampai kita mati.
Jangan sampai ketika Ramadhan
selesai, selesai pula ketaatan kita. Jangan sampai dengan masuknya bulan Syawwal kembali pula
kepada kemaksiatan dan kemungkaran. Kembali melakukan dosa dan kejahatan.
Berarti gagal pendidikan Ramadhan yang telah kita tempuh satu bulan lamanya.
Percuma semua amal ibadah yang telah kita lakukan kalau ternyata tidak membawa
perubahan pada diri kita.
Bulan Ramadhan memang musimnya kebaikan,
memang waktunya memperbanyak amal ibadah. Tapi bukan berarti kita beribadah,
kita taatnya hanya disaat bulan Ramadhan saja.
Ketika Ramadhan masjid-masjid ramai sholat berjama’ah. Namun
ketika masuk di bulan Syawwal, setelah merayakan hari kemenangan, bergembira,
bersuka cita, lalu apa yg terjadi, masjid-masjid kembali sepi, yang terlihat
hadir sholat berjama’ah orangnya itu-itu
saja 2-4 orang. Tak ada bertambah jama’ahnya, bahkan yang paling menyedihkan
justru semakin berkurang, semakin hilang jama’ahnya.
Yang dulu rajin baca qur’an ketika Ramadhan bahkan sampai
khatam sekali dua kali, maka mulai sejak hari Raya idul fitri Alqur’annya
kembaili masuk dalam lemari tersimpan rapi tak pernah dibuka lagi
Maka yang paling penting agar kita tidak termasuk kelompok yang
kedua ini, agar kita tidak termasuk kelompok orang-orang yang merugi ini, maka
kita selalu ISTIQOMAH menjaga ketaqwaan dan ketaatan kepada Alloh SWT. Karena Tuhan yang kita sembah di bulan Ramadhan, Dia
juga Tuhan yang kita sembah di luar Ramadhan.
3. Kelompok ketiga
Orang-orang yang
sebelum Ramadhan, Ketika Ramadhan dan setelah Ramadhan mereka sama saja. Tetap
lalai, tetap berbuat dosa, tetap sombong dengan kemungkarannya. Tetap larut
dalam kemaksiatannya. Padahal bulan Ramadhan adalah musimnya kebaikan,
kesempatan terbaik untuk bertaubat dan memperbanyak amal soleh. Tapi ia biarkan
berlalu begitu saja.
Namun meskipun begitu, Alloh tetap masih sayang juga
kepada hambaNya
Dalam surat Fathir ayat
45 Alloh SWT menegaskan :
وَلَوْ
يُؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوْا مَا تَرَكَ عَلٰى ظَهْرِهَا مِنْ دَاۤبَّةٍ
“Sekiranya Allah menghukum manusia karena dosa yang
telah mereka lakukan, niscaya tidak akan tersisa satupun yang hidup di bumi
ini”
Seandainya Alloh mau,
dengan sangat mudah seketika bisa Alloh timpakan azab kepada orang-orang yang
ingkar itu. Dalam sekedip mata bisa Alloh hancurkan orang-orang yang sombong
itu. Dalam sedetik saja bisa Alloh matikan semua para pelaku dosa dan maksiat
itu. Namun sifat Rahman dan Rahim Nya Alloh lebih dulu tercurah untuk hambanya.
Alloh tangguhkan hukumanNya untuk orang-orang yang berbuat
dosa itu, sengaja Alloh panjangkan usianya, Alloh ulur waktunya, Alloh pertemukan
dia dengan bulan Ramadhan, Alloh sampaikan umurnya di hari raya idul Fitri, dan
Alloh masih memberinya nikmat hidup sampai di hari yang mulia hari Jum’at, untuk apa?
Alloh beri mereka kesempatan untuk bertaubat, dosa-dosanya
masih begitu banyak dan Alloh itu sayang pada hambanya, Alloh ingin ketika
hamba itu menghadapNya dalam keadaan bersih dari segala dosa. Tapi kebanyakan
hamba itulah yang tak sayang pada dirinya sendiri, yang suka menjerumuskan
dirinya ke dalam neraka jahannam.
Maka ketika sudah masuk bulan Syawwal ini
kita nilai diri masing-masing. Kira-kira termasuk kelompok yang manakah kita??
Apakah termasuk Kelompok yang pertama, yaitu orang yang beruntung, atau
kelompok kedua orang yang merugi, ataukah kelompok ketiga orang yang celaka.
Merenung sejenak! Berapa lama sudah kita hidup di dunia ini?
Berapa kali sudah kita berjumpa dengan bulan Ramadhan? Apakah
Ramadhan yang setiap tahunnya kita temui, kita jalani dan kita lewati membuat
diri kita jadi lebih baik? jadi lebih soleh? Jadi lebih takut kepada Alloh? Atau
justru sama saja dari tahun ke tahun, dari Ramadhan yang satu ke Ramadhan yang
lainnya. Sama saja kualitas iman kita, sama saja kualitas ibadah kita. Atau
bahkan jangan-jangan semakin lebih buruk dari tahun ke tahunnya.
Kalau memang sudah ada perubahan lebih baik, maka
Alhamdulillah, berusahalah istiqomah. Tapi kalau masih sama saja atau bahkan
lebih buruk, maka segeralah sadar, perbaiki diri dan bertaubat kepada Alloh
sebelum terlambat, selagi kesempatan itu masih ada.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ
وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
وَتَقَبِّلَ الله مِنِّي
وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar