Jumat, 06 Maret 2026

BAYARLAH ZAKAT

Oleh Azirwan Mustaqim, ST

Kaum Muslimin jamaah jum’at yg dimuliakan Allah swt….

Sampai di hari yg ke 16 di bulan Ramadhan ini, banyak sudah amal ibadah yg kita kerjakan, siang harinya kita puasa, malamnya sholat  tarwih,  witir, sholat tahajud, sholat qobliyah ba’diyah, dhuha, baca qur’an, zikir, sholawat. Tapi apakah itu sudah cukup?

Ternyata Itu barulah amal badan yg kita kerjakan, maka mulai di pertengahan bulan Ramdhan ini kita juga diperintahkan dengan amal harta, kita diperintahkan mengeluarkan sebagian harta untuk zakat fitrah.

Diriwayatkan Dari Ibnu Abbas ra :

فَرَضَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ”

 “Rasulullah saw. telah mewajibkan zakat fitri sebagai pembersih (penyucian diri) untuk orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan keji, dan sebagai makanan untuk orang-orang miskin.” (HR. Abu Daud)

 

Dari hadits ini, maka ada 2 fungsi zakat fitra itu,

Yang Pertama : Sebagai Penyuci diri bagi orang yg puasa, dari perbuatan sia-sia dan keji.

Inilah salah satu bentuk kasih sayang Allah bagi orang2 yg puasa, kadang kala ketika puasa itu mungkin tak sengaja, atau tanpa disadari masih mengerjakan perkara2 yg sia-sia, atau masih terucap kata-kata yg tidak baik. atau pikiran dan hati masih memikirkan hal2 yg sifatnya lagho dan rofats, Maka Allah tak ingin ibadah puasa kita itu menjadi sia-sia, Allah sayang sama kita, Maka Allah beri peluang untuk menyucikan diri kita dengan mengeluarkan Zakat Fitri.

 Fungsi Zakat Fitri Yang Kedua, sebagai makanan untuk orang miskin

وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

Maka dari sinilah imam Syafi’i, Hambali, dan Maliki berpendapat bahwa zakat fitra mesti dengan makanan pokok, tak boleh diganti dengan uang, karena tujuannya jelas disebutkan oleh Nabi, sbg makanan bagi orang miskin, agar mereka bisa berbuka di pagi hari Raya itu.

Tapi ada juga pendapat dalam sebagian mazhab Hanafi yg membolehkan membayar zakat fitra dengan uang. Intinya kalau mau yg afdhol yg lebih utama zakat dengan beras, tapi kalau soal boleh tak boleh, boleh dibayar pakai uang.

 Kaum Muslimin jamaah jum’at yg dimuliakan Allah swt…

Selain zakat fitra ada pula zakat Maal, Yang menjadi kebiasaan orang kita juga dikeluarkan ketika Ramadhan. Dalam surat At-Taubah ayat 103 Allah berfirman:

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu engkau membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103)

Dalam ayat yg lain:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ

“Dirikanlah shalat, dan bayarkanlah zakat  (An-Nisa’ 77)

Kalau zakat fitrah itu berhubungan dengan jiwa, ada jiwa maka ada zakatnya, tak ada jiwa maka tak ada zakatnya, makanya anak bayi yg lahir dipagi hari Raya sebelum Khatib naik mimbar itu harus tetap dibayarkan zakatnya. Tapi kalau zakat mal berhubungan dengan harta yg dimiliki yg didapat dari hasil usaha, apakah itu perniagaan, pertanian, peternakan, dan profesi pekerjaan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ

“Wahai orang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usaha yang baik-baik yang kamu peroleh.” Q.S. Al-Baqarah 267

ketika sudah sampai nisab dan haulnya, maka  wajib dikeluarkan!!!

Mungkin masih ada yang belum paham 2 istilah dalam zakat ini, ada nishab ada haul. Nishab itu Bahasa sederhananya adalah ambang batas terendah, kalau harta yang kita punya sampai angka ambang batas itu, maka wajib keluarkan zakatnya? Berapa ambang batasnya? 85 gr emas murni. Kalau saat ini harga emas 3.000.000 / gr  x 85 gr = 255.000.000

Itu nishab Namanya. Jadi kalau ada orang yang punya penghasilan 255.000.000 selama satu tahun. (1 tahun itu Namanya haul) jangka waktunya.

Kalau ada orang setelah satu tahun dihitung total penghasilannya (gaji, tunjangan bulanan, THR, bonus, kalau dia seorang pegawai atau karyawan, kalau dia juga punya kebun sawit, ditambahkan Hasil bersih kebun sawit) ditotal semuanya kalau jumlahnya sampai 255.000.000 atau lebih, maka berarti dia sudah wajib mengeluarkan zakat, 2,5%.

Kalau tak mau mengeluarkan zakat bagaimana?

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ

 (Dan orang2 yang menyimpan emas dan perak,, dia tidak menginfakkannya di jalan Alloh, tidak ia keluarkan zakatnya)

فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

(maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih)

يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ

hartanya itu nanti akan dipanaskan di neraka jahannam,

فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْۗ

lalu kemudian disetrikakan ke kepala mereka, perut, dan punggung mereka)

lalu Allah katakan:

هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

“Inilah harta yang dulu kau simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (At-Taubah 34-35)

Begitu jelas dan rinci diceritakan Allah siksaan bagi orang yang tak mau berzakat.

Dalam hadits juga disbutkan oleh Nabi, bahwa nanti hartanya itu akan dikalungkan ke lehernya dan berubah menjadi ular yang akan menyiksanya.

Kaum Muslimin jamaah jum’at yg dimuliakan Allah swt…

Banyak orang yang ketika diminta kakinya untuk melangkah ke masjid , sebelum adzan dia sudah sampai.

Ada orang yang ketika diminta untuk datang ke Baitullah, tiap tahun dia haji dan umroh.

Ada orang yang ketika diminta untuk menahan lapar dan hausnya di bulan Ramadhan, bisa dia tahankan.

Ada orang yang ketika diminta telinganya mendengar tausyiah, ceramah atau khutbah, bisa dia sabar mendengarkan.

Tapi banyak pula orang yang ketika diminta hartanya, harta yang Allah titipkan padanya, harta yang Allah pinjamkan padanya, yang kalau Allah mau cabut, bisa habis seketika. Ketika diminta harta itu untuk dikeluarkan zakatnya, tak mau dia keluarkan, karena dia sudah kena penyakit BAKHIL.

وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Siapa yang selamat dari penyakit bakhil, mereka itulah orang-orang yang beruntung (Taghbun 16)

Maka salah satu hikmah besar dari puasa yang kita kerjakan ini adalah merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang susah sepanjang hidupnya, hari-harinya harus menahankan laparnya. Kalau puasa sudah menyentuh hati maka ringanlah tangan untuk berbagi.

Kaum Muslimin jamaah jum’at yg dimuliakan Allah swt…

Dulu ketika Zaman Nabi , zaman sahabat, petugas zakat datang ke Yaman, datang ke Syam, memeriksa, menghitung zakat kaum muslimin. Tapi hari ini tak ada orang yang datang mengetuk pintu kita, menghitung uang di laci kita, menghitung berapa berat ton hasil sawit kita. Kita lah yang tahu berapa banyak harta kita. Orang lain tak tahu. Tapi ingat, Walaupun orang lain tak tahu, ada Dia Yang Maha Tahu segalanya.

يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ

Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi.

وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّوْنَ وَمَا تُعْلِنُوْنَۗ

Dia juga mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu tampakkan

وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ

Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (At-Taghbun 4)

Silahkan kau simpan, silahkan kau makan uang zakat 2,5% yang seharusnya dikeluarkan untuk fakir miskin itu. Tapi ingat.!

كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ حَرَامٍ فَالنَّارُ اَوْلَى بِهِ. رواه الترمذي

“Setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka api neraka adalah tempatnya”. (HR. Tirmidzi)

Tiap hari berdo’a “waqina ‘azabannar, wana’udzubika misyahtika wannar, Allahumma ajirna minannar”

Tapi ternyata ada bagian dari badannya itu yang memang mesti menjadi santapan api neraka, mesti dibakar oleh neraka. Kenapa?

Karena makan haram, makan zakat, memakan hak orang lain yang mestinya itu dikeluarkan.

Tiap hari berdo’a للّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ   “Ya Allah berilah aku petunjuk”

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ  Ya Allah berilah aku selamat dalam agama.

Tapi ternyata do’a tak dikabulkan Allah, kenapa?

وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالحَرَامِ

 Makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari yang haram, (HR. Muslim)

Bukan zatnya yang haram, bukan barangnya yg haram, tapi dia dibeli dengan uang zakat yang seharusnya dikeluarkan. Maka tak ada jalan lain, bayarlah zakat supaya kita selamat.

Mudah-mudahan Alloh swt lapangkan rezki kita, dan Allah lembutkan hati kita untuk mau berzakat, bersedekah, berinfaq dan berwakaf di jalan Alloh. Amin ya robbalalamin...

LINK DOWNLOAD PDF : BAYARLAH ZAKAT 

Kamis, 19 Februari 2026

JANGAN SIA-SIAKAN RAMADHAN

 

Oleh : Azirwan Mustaqim, ST

Kaum muslimin jamaah Jumat Rahimakumulloh.

Sungguh tak ada nikmat yang paling besar dari ini, ketika di hari yg paling mulia, hari Jum’at Sayyidul Ayyam, di bulan yg paling mulia, Sayyidus Syuhur bulan Ramadhan, kita masih diberi hidup, nafas masih berhembus, jantung masih berdetak, diberi pula badan yang sehat dan hati kita pula masih tergerak ketika mendengar suara adzan berkumandang. Kita tinggalkan segala aktifitas kita, segala pekerjaan kita, untuk menuju ke rumah Allah ini. Maka kita syukuri segala nikmat Allah ini dengan ucapan Alhamdulillahirobbil ‘alamin.

Sholawat dan Salam kepada Baginda Nabi, اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّد ,

 Kaum muslimin jamaah Jumat Rahimakumulloh.

Betapa banyak orang yang sangat ingin sampai pada hari ini, namun apalah daya takdir berkata lain, umurnya tak sampai.

فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ 

 kalau ajal sampai tak dapat ditunda walau sesaat tak pula dapat dimajukan walau sesaat(QS. Al-A'raf ayat 34)

Ada yang dipanggil Allah 1 atau 2 bulan sebelum masuk Ramadhan, ada yang beberapa hari sebelum masuk Ramadhan, bahkan ada yang hanya tinggal hitungan jam mau memasuki Ramadhan, tapi ajalnya sudah sampai, sehingga tak dapat juga bertemu dengan Ramadhan tahun ini.

Tak sayangkah Alloh pada mereka? Kita khusnuzon, Alloh juga sayang pada mereka, karena mereka sudah cukup amalnya untuk bertemu dengan Alloh, Lalu bagaimana dengan kita? Alloh juga masih sayang pada kita, dosa kita masih terlalu banyak untuk berjumpa dengan Alloh, maka umur kita dipanjangkan Alloh supaya bisa berjumpa bulan Ramadhan ini, karena inti dari semua keutamaan bulan Ramadhan adalah dia datang untuk menghapus dosa-dosa kita, siang malamnya. Siangnya:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 “Siapa yang puasa Ramadhan  karena iman dan semata mengharap ridho Alloh, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

 Malamnya:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa mendirikan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Setiap waktunya adalah kesempatan untuk kita meraih ampunan Allah SWT. Ada satu kisah yang akan menggambarkan betapa beruntungnya, betapa hebatnya orang yang berjumpa dengan bulan Ramadhan. Kisah ini ada dalam kitab hadits, Sunan Ibnu Majah. Diriwayatkan dari sahabat Nabi yang mulia Thalhah bin 'Ubaidullah (salash satu sahabat yang dijamin masuk surga). 

Beliau menceritakan tentang dua orang yang masuk Islam bersamaan. Salah satunya lebih bersemangat untuk ikut berjihad dan gugur sebagai syahid. Yang satunya hidup setahun lebih lama lalu wafat dalam keadaan biasa.

Setelah keduanya meninggal dunia, suatu hari Talhah bermimpi melihat keduanya di pintu surga, dan ternyata yang wafat terakhir (yang wafatnya biasa) justru masuk surga lebih dahulu, dan yang wafat pertama (mati syahid) masuk belakangan. Keesokan harinya Thalhah menceritakan mimpinya kepada orang2 dan akhirnya sampai kepada Nabi , beliau bersabda:

مِنْ أَيِّ ذَلِكَ تَعْجَبُونَ ?

"Perkara yang mana yang membuat kalian heran?"

Mereka menjawab,

يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا كَانَ أَشَدَّ الرَّجُلَيْنِ اجْتِهَادًا ثُمَّ اسْتُشْهِدَ

"Wahai Rasulullah, laki-laki (yang pertama meninggal) adalah orang yang paling bersemangat dalam berjihad dari yang lain, lalu dia mati syahid.

وَدَخَلَ هَذَا الْآخِرُ الْجَنَّةَ قَبْلَهُ

“Tapi mengapa orang yang lain (laki-laki yang meninggal belakangan) justru masuk surga terlebih dahulu darinya?"

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:

أَلَيْسَ قَدْ مَكَثَ هَذَا بَعْدَهُ سَنَةً

"Bukankah orang ini hidup setahun setelahnya?"

 وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَ وَصَلَّى كَذَا وَكَذَا مِنْ سَجْدَةٍ فِي السَّنَةِ

"Bukankah ia mendapatkan bulan Ramadan dan berpuasa? Ia juga telah mengerjakan shalat ini dan itu dengan beberapa sujud dalam setahun?”

Mereka menjawab, "Ya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kembali bersabda:

فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

"Sungguh, sangat jauh perbedaan antara keduanya (dalam kebajikan) bagaikan antara langit dan bumi." (Sunan Ibnu Majah No. 3915)

Kaum muslimin jamaah Jumat Rahimakumulloh.

Begitulah hebatnya orang yang berjumpa dengan Ramadhan, Padahal kita tahu balasan bagi orang yang mati syahid dalam hadits shahih diantaranya, bebas azab kubur, diampuni semua dosa2 nya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dan sebagian ulama mengatakan bahkan mereka akan masuk surga tanpa hisab.

Namun ternyata orang yg lebih panjang umurnya, berjumpa dengan Ramadhan lalu dia puasa, dia taraweh, dia sholat wajib dan sunnat. Dia beramal soleh di dalamnya, dia Lebih dahulu masuk surganya.

Mati Syahid memang mulia, tetapi panjang umur dan istiqomah dalam ibadah juga sangat tinggi nilainya.

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya.” (HR. Sunan at-Tirmidzi — hasan shahih)

 

Maka Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan yang datang dan pergi begitu saja. Ramadhan adalah: Tangga utk menaikkan derajat, Mesin penghapus dosa, dan Momentum perubahan hidup.

Bisa jadi satu Ramadhan yang serius kita isi dengan maksimal amal soleh, lebih berat timbangannya daripada hidup puluhan tahun amal biasa.

 

Maka jamaah sekalian, Ramadhan adalah hadiah terindah dari Allah SWT. Jika hari ini kita masih hidup dan Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan, itu berarti: Allah masih memberi kita kesempatan, Allah belum menutup pintu taubat, Allah ingin menghapus dosa dan menaikkan derajat kita.

Jangan sia-siakan nikmat ini! Syukuri dengan segenap jiwa, dengan memaksimalkan setiap ibadah: Puasanya Full 1 bulan puasa terbaik berkualitas, tak hanya menahan dari makan dan minum tapi juga tahan mata, telinga, tangan, kaki, dan hati. Tarawehnya full 30 malam walau hanya 11 Rakaat, Sholat berjamaahnya full 5 waktu, Alqur’an khatam paling tidak 1 kali, sedekahnya setiap hari, zakatnya ditunaikan tepat waktu. Manfaatkan setiap detiknya utk berbuat kebaikan.

Kalaulah seperti ini kita menjalani Ramadhan dapat dipastikan akan tercapailah tujuan Ramadhan utk menjadikan kita orang yg bertaqwa, dan keluar dari Ramadhan akan Allah berikan hidayah utk tetap Istiqomah, sampai malaikat maut tiba.


LINK DOWNLOAD : JANGAN SIA-SIAKAN RAMADHAN

Minggu, 09 November 2025

KEJARLAH DUNIA UNTUK MENDAPATKAN AKHIRAT

 Oleh : Azirwan Mustaqim, ST

Kaum muslimin jamaah Jumat Rahimakumulloh..

Untuk apa Allah menciptakan kita hidup di dunia ini? Allah berikan jawaban dalam Alqur’an:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku. (Qs. Az-Zariyat 56)

Tapi kemudian timbul pertanyaan, Kalau kita diciptakan hanya untuk beribadah, lalu kenapa boleh menikah punya istri dan anak? Karena menikah juga adalah ibadah.

مَنْ تَزَوَّجَ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ اْلإِيْمَانِ،

 “Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh imannya. (HR. Thabrani)

Punya anak juga adalah ibadah, bahkan termasuk salah satu ibadah yg akan terus mengalir pahalanya sampai kiamat tiba.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ

“Ketika manusia mati, maka terputuslah amalnya, kecuali 3 perkara”.

Diantara yg akan terus mengalir adalah Waladun Sholihuun. Anak yg soleh. maka punya anak adalah ibadah.

Kalau kita diciptakan hanya untuk ibadah lalu kenapa boleh berdagang, buka toko,  buka usaha. Karena berdagang juga adalah ibadah.

التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ، وَالصِّدِّيقِينَ، وَالشُّهَدَاءِ

Seorang pedangan yang jujur dan amanah akan bersama para nabi dan orang-orang shiddiqin dan para syuhada.” (HR. Tirmidzi 3/515 no. 1209).

Kalau memang hidup ini hanya untuk ibadah, kenapa boleh menanam sawit? Kebun karet? Tanam Padi? Karena bercocok tanam pun juga ibadah.

 إنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ

 فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا

“Jika terjadi hari kiamat sementara di tanganmu ada sebuah bibit, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah.” (HR. Bukhari&Ahmad)

Maka bercocok tanam adalah ibadah.

Kalau memang hidup ini hanya untuk ibadah, kenapa boleh jadi karyawan, pegawai, di pabrik / di kantor? Bekerja Pergi pagi pulang petang peras keringat banting tulang? Karena bekerja juga adalah ibadah.

مَنْ اَمْسَى كَالًّا مِنْ عَمَلِ يَدَيْهِ اَمْسَى مَغْفُوْرًا لَهُ

 “Barangsiapa yang di waktu sore merasa capek (lelah) karena pekerjaan kedua tangannya (mencari nafkah) maka saat itu diampuni dosanya.” (HR. Thabrani).

Konsep ini hanya ada dalam islam. Dalam Agama selain Islam mereka menganggap ibadah itu hanya duduk mengasingkan diri mengingat Tuhan, menjauh dari kehidupan dunia. Rambut tak boleh panjang, harus digundul karena kalau rambut panjang lupa dengan Tuhan. Pakaian tak boleh bagus, karena kalau pakaian bagus lupa dengan Tuhan. Tidak boleh menikah, punya istri. Karena kalau punya istri punya anak lupa dengan Tuhan.

Tapi dalam Islam, bertanya Sahabat kepada Nabi:

“Apakah boleh kami punya baju yang bagus, sendal yang bagus ya Rasulullah?

إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

“Sesungguhnya Alloh itu Maha  indah dan menyukai keindahan” (HR. Muslim)

Silahkan punya baju yang indah, silahkan punya rumah yang mewah, silahkan punya kendraan bagus, Nabi punya unta, Al-Qaswa, nabi punya kuda, nabi punya Bighal. Maka Islam membawa pandangan baru tentang hidup. Silahkan kalian punya perhiasan dunia.

Bukan berarti kalau sudah taubat, hijrah lalu dunia ditinggalkan, toko perdagangan tak lagi diurus, kebun di teletantarkan, pekerjaan ditinggalkan.

Lalu hanya duduk berzikir dalam masjid menunggu malaikat maut tiba. Tak begitu ajaran Islam, bukan yg diajarkan Muhammad .

خِيَارُكُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُكُمْ فِي الْإِسْلَامِ

Orang yang terbaik di antara kalian pada masa Jahiliyyah adalah yang terbaik pula di masa Islam (HR. Bukhari)

Ketika Jahiliah dia seorang panglima perang, berperang melawan Nabi, maka setelah masuk Islam tetap sebagai panglima perang, Khalid bin Walid. Ketika Jahiliah seorang ahli tombak bahkan membunuh Hamzah paman Nabi, setelah Islam tetap ahli tombak dia juga yg membunuh Musailamah Al Kadzzab nabi palsu, dialah Wahsy.

Ketika jahiliah seorang pedagang saudagar kaya. Setelah islam tetap jadi pedagang bisnisman, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Thalhah, Zubair.

Maka Ajaran Islam adalah tidak menyuruh kita meninggalkan dunia.

لَيْسَ بِخَيْرِكُمْ مَنْ تَرَكَ دُنْيَاهُ لِآَخِرَتِهِ وَلَا آخِرَتَهُ لِدُنْيَاهُ حَتَّى يُصِيْبَ مِنْهُمَا جَمِيْعًا, فَإِنَّ الدُّنْيَابَلَاغٌ إِلَى الْآخِرَةِ, وَلَا تَكُوْنُوْا كَلًّا عَلَى النَّاسِ (رواه ابن عساكر عن انس)

Bukanlah Orang yang paling baik diantara kamu orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar akhirat atau meninggalkan akhirat untuk mengejar dunia, sehingga dapat memadukan keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia mengantarkan kamu menuju kehidupan akhirat, dan janganlah kamu menjadi beban orang lain. (HR. Ibnu Asakir dari Anas ).

Maka doa yg diajarkan ketika berada di tempat yg paling mustajab, paling banyak malaikatnya, dari rukun yamani ke Hajar Aswad, yg dibaca adalah do’a:

 رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً

Dunianya dulu yg hasanah, setelah dunia barulah akhiratnya hasanah. Dunianya selamat, akhirat selamat.

Jadi kita tidak disuruh untuk meninggalkan perkara dunia, tapi justru harus kita kejar, rebutlah dunia ini, raih setinggi-tingginya, dapatkan sebanyak2nya. Karena Nabi berpesan:

الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ اَلْـمُؤْمِنُ

Mukmin yg kuat lebih baik dan lebih dicintai Alloh daripada mukmin yg lemah.(HR. Muslim)

Maka ummat islam harus kuat, ummat islam harus menjadi ummat yang kaya.

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ

'Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah membuatkan (istana) di surga untuknya seperti masjid itu'." (Hadits Shahih Muslim No. 829)

Siapa yg bisa membangun masjid Kalau bukan Orang2 kaya,

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ

Itulah orang yang menghardik anak yatim. dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.

Siapa yg bisa menyantuni anak yatim? Siapa yang bisa menyekolahkan anak yatim? Siapa yg bisa memberi makan fakir miskin?  Orang kaya.

Allah berfirman :

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ

“Dan sempurnakanlah  haji dan ‘umrah karena Allah (QS. Albaqarah 196)

Siapa yang bisa Haji dan Umroh? Orang Kaya.

Maka ummat islam harus bangkit semangatnya dalam mengejar dunia.

Yang punya bakat bisnis kembangkan bisnis, selesai dari satu kota buka di kota lain, berhasil satu cabang buka cabang lain.

فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ

Apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain)

Yang punya bakat tani bercocok tanam, buka ladang, tanam sawit, karet, padi, semangka, jangan sampai tanah kita digarap orang.

Yang punya darah politik, punya bakat pemimpin. Maka maju calonkan dirimu.

يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ  سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ

ada 7 golongan yg akan mendapat naungan Allah Pada hari yg tak ada naungan kecuali naungan Allah

Maka yg pertama kali yg mendapat naungan itu adalah:

 اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ   (Pemimpin yang Adil)

maka maju jadilah pemimpin yang adil dan amanah.

Anak-anak muda bangkitlah kalian, semangat dalam belajar, gantungkan cita-cita mu setinggi-tingginya dan berusaha utk meraihnya. Pakai masa muda untuk belajar dan berkarya, jangan hanya habis waktu sibuk main game online, main judi onine.

Jamaah yang dimuliakan Allah...

Maka silahkan kejarlah dunia, tapi ingat, tetap pada rambu-rambu aturan yg sudah Allah tetapkan.

Perhatikan HALAL dan HARAM nya, jangan semua disikat. Lihat BAIK dan BURUK nya. Jangan sampai mengambil Hak orang, jangan sampai menipu, jangan sampai menzolimi orang.

Allah sudah berikan rambu-rambunya untuk kita:   

لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ

janganlah hartamu dan anak-anakmu membuatmu lalai dari mengingat Allah (QS. Munafiqun 9)

Jangan sampai pula karena semangatnya mengejar dunia kau lupakan Allah. Karena sibuknya mengurus harta benda lalu tak sempat lagi menghadap Allah. Karena cintanya kepada harta membuatmu menahan tak mau keluarkan zakat, infaq, sedekah.

Ingat.. kau bercocok tanam, yg menumbuhkannya Allah, yg mengeluarkan buahnya Allah. Engkau berdagang, yg menggerakkan hati org untuk membeli daganganmu Allah. Engkau bekerja sukses naik jabatan, yg memberimu ilmu Allah. Setiap keberhasilanmu atas izin Allah.

Maka konsep yg harus kita tanamkan dalam diri kita adalah:

KEJARLAH DUNIA SEBANYAK-BANYAKNYA, UNTUK MENDAPATKAN AKHIRAT SETINGGI-TINGGINYA.

TETAP MENGEJAR DUNIA, TAPI TUJUANNYA ADALAH AKHIRAT.

LINK DOWNLOAD PDF









Minggu, 26 Oktober 2025

BAHAYA PENYAKIT HASAD

 


Oleh : Azirwan Mustaqim, ST

 

Kaum muslimin jamaah jum’at yg dimuliakan Allah swt..

Ada satu penyakit hati yg sangat berbahaya, yg bisa menjadikan semua amal sia-sia habis tak bersisa. Bahkan juga bisa menjerumuskan orang kepada kesyirikan. Penyakit itu namanya adalah HASAD

Dalam hadits diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Dalam sunan Abu Daud. Rasululloh saw bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

"Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kabaikan seperti api memakan kayu bakar." (HR. Abu Daud 4257)

Mengumpulkan kayu bakar di Arab tempat Nabi tinggal itu susahnya luar biasa, bukan seperti di tempat kita yg banyak pohonnya. Lalu setelah kayu susah payah dikumpulkan begitu datang api, dalam hitungan menit semua jadi abu, lalu abu ditiup angin habis tak bersisa.

Begitulah perumpaan Hasad memakan amal-amal kita. Amal ibadah yang sudah susah payah kita kerjakan, puasa dengan perjuangan berat melawan hawa nafsu dan godaan yang begitu berat. sholat berjamaah dengan melawan malas melangkahkan kaki, sholat tahajjud malam berat melawan kantuk. Zakat, sedekah kita keluarkan dg berat melawan sifat bakhil.

Ternyata semua ibadah yg sudah susah payah kita kerjakan itu bisa habis hilang tak bernilai di hadapan Alloh swt sepertihalnya tumpukan kayu bakar yg habis dimakan api, berubah menjadi abu. karena penyakit yg namanya Hasad.

Tapi bukankah dalam Alqur’an Alloh berjanji :

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ

(siapa yg beramal walau sebesar zarroh ia akan melihat balasan amalnya itu)

Itu janji Alloh, dan Alloh tak pernah ingkar janji, maka memang akan Alloh tunjukkan juga amal itu: (QS. Al-furqon : 23)

وَقَدِمْنَآ اِلٰى مَا عَمِلُوْا مِنْ عَمَلٍ

 “kami datangkan semua amalnya, ini sholatmu, ini puasamu, ini tahajjudmu, ini baca qur’anmu, ini sedekahmu dulu, setelah kami datangkan, kami kumpulkan dan dilihat oleh mata kepalanya,

فَجَعَلْنٰهُ هَبَاۤءً مَّنْثُوْرًا

“Kemudian kami jadikan amalnya itu seperti debu yg ditiup angin, hilang tak berbekas.

Apa yang menghilangkannya? Salah satunya adalah Penyakit yang namanya HASAD.

Apa itu hasad? Sering orang mengartikannya iri dan dengki. Tak salah. Tapi  defenisi hasad yang paling lengkap sempurna adalah yang diberikan seorang ulama besar bernama IMAM ABU HAMID AL GHAZALI dalam kitabnya “ihya ulumuddin”. Beliau membagi hasad jadi 2, yang pertama kata imam Al-Ghazali :

كَرَاهِيَةُ النِّعْمَةِ عَلَى الْمُنْعَمِ عَلَيهِ

 (Tak senang ketika orang lain mendapat nikmat).

Ketika melihat ada nikmat jabatan diberikan Allah kepada orang lain datang rasa benci. Ketika ada kawan yg diberikan Allah nikmat harta lebih, maka datang rasa tak senang. Melihat kehidupan rumah tangga orang lain rukun dan bahagia, ada rasa iri. Maka ini sudah setengah dari hasad. Kapan hasad itu menjadi lengkap 100 % ditambah bagian yang kedua:

وحُبُّ زَوَالِهَا

(ingin supaya ikmat orang tadi hilang).

Maka dari hasad muncullah hasut, muncullah siasat, muncullah fitnah, Adu domba, bagaimana caranya supaya nikmat yang dimiliki orang lain hilang, tak mempan cara zohir gunakan cara bathin, asal tercapai tujuan supaya nikmat yang diberikan Allah swt kepada orang lain itu hilang.

 

Kaum muslimin jamaah jum’at yg dimuliakan Allah swt...

Siapakah kiranya yang pertama kali terkena hasad ini? Maka dalam Al Qur’an Alloh ceritakan:

وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ

 “kami perintahkan kepada para malaikat sujudlah kamu kpd Adam semuanya sujud kecuali iblis”. (QS. Al-Baqarah 34)

Mengapa iblis tak mau sujud?  Dosa pertama iblis adalah hasad, tak senang dengan nikmat yg Allah berikan kepada Nabi Adam, dia merasa sudah beribadah sekian ribu tahun mengapa mesti sujud kpd Adam yang baru diciptakan?

Maka muncullah HASAD dalam diri Iblis, muncul rasa tak senang menengok Nabi Adam diberikan nikmat lebih oleh Allah swt. Dan setelah itu muncul keinginan bagaimana supaya nikmat yg diterima oleh Nabi Adam itu hilang. Maka dilakukanlah tipu daya dan siasatnya terhadap Nabi Adam.

Oleh sebab itu kalau ada orang yg taat ibadahnya, rajin sholatnya, puasa Ramadhannya penuh, puasa sunatnya rutin, khatam qur’an berkali2. Tapi ada hasad dalam dirinya, terlintas dalam hatinya,

“Kenapa si fulan yg ke masjidnya hanya seminggu sekali tapi hidupnya selalu senang? Kenapa si fulan yg bahkan tak pernah sholat tapi hartanya banyak? Sedangkan aku yg yg selama ini rajin ke masjid, rajin ibadah tapi hidupku susah dan tak punya harta? Kenapa dia yg diberi nikmat itu kenapa bukan saya”. Lalu muncul tindakan supaya nikmat orang itu hilang.  

Maka hati-hatilah saudaraku, ini termasuk salah satu dari sifat iblis, kalau iblis yang sudah berada dalam surga saja diusir Allah karena hasad, apalagi kita yang belum tentu sama sekali.

Maka di hari Jum’at yg agung ini kita Merenung sejenak, introspeksi diri, bermuhasabah. Tanya dalam hati kecil kita. Selama ini Adakah rasa tak senang dalam hati ketika ada kawan diberi nikmat lebih oleh Alloh, adakah rasa benci dalam hati ketika saudara dilebihkan hartanya oleh Alloh, adakah rasa iri dan dengki dalam hati ketika melihat tetangga hidupnya aman, rukun, dan bahagia?

Merenung sejenak, apakah selama ini kita ikut senang ketika melihat orang senang? Atau justru kita susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah.

Merenung sejenak menegur diri. “hai fulan ingat ketika kau hasad, melayang amal tahujjudmu yg begitu sulit kau lakukan. Hai fulan ingat banyak sudah sedekahmu hilang seperti debu ditiup angin gara2 hasad yg ada dalam hatimu, perenungan yg mendalam itulah yg akan menyelamatkan diri dari penyakit hasad dan akan mendekatkan kita kpd Alloh swt.

 

Kaum muslimin jamaah jum’at yg dimuliakan Allah swt...

Bagaimanakah cara mengobati penyakit HASAD? Diantara cara menghilangkannya adalah:

1.       Meningkatkan iman

Meyakini sepenuh hati bahwa semua nikmat itu dari Allah SWT. Segala yg terjadi adalah kehendak Allah. Allah yang mengatur segalanya.

وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali Imran 26)

 

وَاللّٰهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ فِى الرِّزْقِۚ

Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki (QS. An-Nahl 71)

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ

Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (QS. An-Nisa 32)

Karena semua itu adalah ujian, yg diberi rezki ujian apakah dia bersyukur. Yg belum diberi rezki juga ujian, apakah dia bersabar.


2.       Syukur dan Qona’ah

Dengan Melihat nikmat yang kita punya dan merasa cukup dengan apa yg diberikan Allah kepada kita. Inilah orang yg paling bahagia hidupnya.

Nabi shallallahu ‘alaih wa sallam menasehati Abu Hurairah,

وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ

“Dan ridhailah segala apa yang dibagikan Allah kepadamu, niscaya kamu akan menjadi manusia paling kaya.” (Shahih: Sunan At-Tirmidzi no. 2305; Musnad Al-Imam Ahmad 2/310.

 

3.       Perbanyak Zikir dan do’a

Begitu terlintas hasad di hati maka langsung istighfar, dan do’akan orang itu supaya mendapat kebaikan. Berdo’a pula supaya terhindar dan selamat dari penyakit hasad.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Artinya : "Ya Allah, ampunilah dosadosa kami dan dosadosa saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orangorang yang beriman. Ya Allah, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. AlHasyr: 10)

Mudah2an Alloh selamatkan kita dari penyakit Hasad ini, sehingga amal2 ibadah yg kita lakukan selama ini dapat menolong kita dihadapan Alloh nanti pada hari Yaumala yanfa’u maalun walaa banuun” pada hari harta tak dapat menolong anakpun tak dapat menolong, “illa man atalloha biqolbin saliim” kecuali orang yg datang menghadap Alloh dg hati yg selamat” . Selamat dari Hasad, selamat dari sombong, selamat dari segala macam penyakit hati.


Link PDF : Bahaya Penyakit Hasad

BAYARLAH ZAKAT