Oleh : Azirwan Mustaqim, ST
Kaum muslimin jamaah Jumat Rahimakumulloh..
Untuk apa Allah menciptakan kita
hidup di dunia ini? Allah berikan jawaban dalam Alqur’an:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Tidaklah Aku menciptakan
jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku. (Qs. Az-Zariyat 56)
Tapi kemudian timbul pertanyaan, Kalau
kita diciptakan hanya untuk beribadah, lalu kenapa boleh menikah punya istri
dan anak? Karena menikah juga adalah ibadah.
مَنْ تَزَوَّجَ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ اْلإِيْمَانِ،
“Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh imannya. (HR. Thabrani)
Punya anak juga adalah ibadah, bahkan
termasuk salah satu ibadah yg akan terus mengalir pahalanya sampai kiamat tiba.
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ
انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ
“Ketika
manusia mati, maka terputuslah amalnya, kecuali 3 perkara”.
Diantara yg akan terus mengalir adalah Waladun Sholihuun. Anak yg soleh. maka punya anak adalah ibadah.
Kalau kita diciptakan hanya untuk
ibadah lalu kenapa boleh berdagang, buka toko,
buka usaha. Karena berdagang juga adalah ibadah.
التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ، وَالصِّدِّيقِينَ،
وَالشُّهَدَاءِ
Seorang pedangan yang
jujur dan amanah akan bersama para nabi dan orang-orang shiddiqin dan para
syuhada.” (HR. Tirmidzi 3/515 no. 1209).
Kalau memang hidup ini hanya untuk ibadah, kenapa boleh menanam sawit? Kebun karet? Tanam Padi? Karena bercocok tanam pun juga ibadah.
إنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ
أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ
فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ
لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا
“Jika terjadi hari kiamat
sementara di tanganmu ada sebuah bibit, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari
kiamat untuk menanamnya maka tanamlah.” (HR. Bukhari&Ahmad)
Maka bercocok tanam adalah ibadah.
Kalau memang hidup ini hanya untuk
ibadah, kenapa boleh jadi karyawan, pegawai, di pabrik / di kantor? Bekerja
Pergi pagi pulang petang peras keringat banting tulang? Karena bekerja juga adalah
ibadah.
مَنْ اَمْسَى كَالًّا مِنْ عَمَلِ يَدَيْهِ اَمْسَى مَغْفُوْرًا لَهُ
“Barangsiapa yang di waktu sore merasa capek
(lelah) karena pekerjaan kedua tangannya (mencari nafkah) maka saat itu
diampuni dosanya.” (HR. Thabrani).
Konsep ini hanya ada dalam islam. Dalam Agama selain
Islam mereka menganggap ibadah itu hanya duduk mengasingkan diri mengingat
Tuhan, menjauh dari kehidupan dunia. Rambut tak boleh panjang, harus digundul
karena kalau rambut panjang lupa dengan Tuhan. Pakaian tak boleh bagus, karena
kalau pakaian bagus lupa dengan Tuhan. Tidak boleh menikah, punya istri. Karena
kalau punya istri punya anak lupa dengan Tuhan.
Tapi dalam Islam, bertanya Sahabat
kepada Nabi:
“Apakah boleh kami punya baju yang
bagus, sendal yang bagus ya Rasulullah?
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
“Sesungguhnya Alloh itu
Maha indah dan menyukai keindahan” (HR.
Muslim)
Silahkan punya baju yang indah, silahkan
punya rumah yang mewah, silahkan punya kendraan bagus, Nabi ﷺ punya unta, Al-Qaswa, nabi punya kuda,
nabi punya Bighal. Maka Islam membawa pandangan baru tentang hidup. Silahkan
kalian punya perhiasan dunia.
Bukan berarti kalau sudah taubat,
hijrah lalu dunia ditinggalkan, toko perdagangan tak lagi diurus, kebun di
teletantarkan, pekerjaan ditinggalkan.
Lalu hanya duduk berzikir dalam
masjid menunggu malaikat maut tiba. Tak begitu ajaran Islam, bukan yg diajarkan
Muhammad ﷺ .
خِيَارُكُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُكُمْ فِي الْإِسْلَامِ
Orang
yang terbaik di antara kalian pada masa Jahiliyyah adalah yang terbaik pula di
masa Islam (HR. Bukhari)
Ketika Jahiliah dia seorang panglima
perang, berperang melawan Nabi, maka setelah masuk Islam tetap sebagai panglima
perang, Khalid bin Walid. Ketika Jahiliah seorang ahli tombak bahkan membunuh
Hamzah paman Nabi, setelah Islam tetap ahli tombak dia juga yg membunuh
Musailamah Al Kadzzab nabi palsu, dialah Wahsy.
Ketika jahiliah seorang pedagang
saudagar kaya. Setelah islam tetap jadi pedagang bisnisman, Utsman bin Affan,
Abdurrahman bin Auf, Thalhah, Zubair.
Maka Ajaran Islam adalah tidak menyuruh
kita meninggalkan dunia.
لَيْسَ بِخَيْرِكُمْ مَنْ تَرَكَ دُنْيَاهُ لِآَخِرَتِهِ وَلَا آخِرَتَهُ
لِدُنْيَاهُ حَتَّى يُصِيْبَ مِنْهُمَا جَمِيْعًا, فَإِنَّ الدُّنْيَابَلَاغٌ
إِلَى الْآخِرَةِ, وَلَا تَكُوْنُوْا كَلًّا عَلَى النَّاسِ (رواه ابن عساكر عن
انس)
Bukanlah Orang yang paling
baik diantara kamu orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar
akhirat atau meninggalkan akhirat untuk mengejar dunia, sehingga dapat
memadukan keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia mengantarkan kamu menuju
kehidupan akhirat, dan janganlah kamu menjadi beban orang lain. (HR. Ibnu
Asakir dari Anas ).
Maka doa yg diajarkan ketika berada di tempat yg paling mustajab, paling banyak malaikatnya, dari rukun yamani ke Hajar Aswad, yg dibaca adalah do’a:
رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً
Dunianya dulu yg hasanah, setelah
dunia barulah akhiratnya hasanah. Dunianya selamat, akhirat selamat.
Jadi kita tidak disuruh untuk
meninggalkan perkara dunia, tapi justru harus kita kejar, rebutlah dunia ini,
raih setinggi-tingginya, dapatkan sebanyak2nya. Karena Nabi berpesan:
الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ
الضَّعِيْفِ
اَلْـمُؤْمِنُ
Mukmin yg kuat lebih baik
dan lebih dicintai Alloh daripada mukmin yg lemah.(HR. Muslim)
Maka ummat islam harus kuat, ummat
islam harus menjadi ummat yang kaya.
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
'Siapa
yang membangun masjid karena Allah, maka Allah membuatkan (istana) di surga
untuknya seperti masjid itu'."
(Hadits Shahih Muslim No. 829)
Siapa yg bisa membangun masjid Kalau bukan Orang2 kaya,
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ
Tahukah
kamu (orang) yang mendustakan agama?
فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ وَلَا يَحُضُّ
عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ
Itulah
orang yang menghardik anak yatim. dan tidak menganjurkan untuk memberi makan
orang miskin.
Siapa yg bisa menyantuni anak yatim?
Siapa yang bisa menyekolahkan anak yatim? Siapa yg bisa memberi makan fakir
miskin? Orang kaya.
Allah berfirman :
وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ
“Dan
sempurnakanlah haji dan ‘umrah karena
Allah (QS. Albaqarah 196)
Siapa yang bisa Haji dan Umroh? Orang
Kaya.
Maka ummat islam harus bangkit
semangatnya dalam mengejar dunia.
Yang punya bakat bisnis kembangkan
bisnis, selesai dari satu kota buka di kota lain, berhasil satu cabang buka
cabang lain.
فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ
Apabila
engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk
kebajikan yang lain)
Yang punya bakat tani bercocok tanam, buka ladang, tanam
sawit, karet, padi, semangka, jangan sampai tanah kita digarap orang.
Yang punya darah politik, punya bakat
pemimpin. Maka maju calonkan dirimu.
يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ
ada 7 golongan yg akan mendapat
naungan Allah Pada hari yg tak ada naungan kecuali naungan Allah
Maka yg pertama kali yg mendapat naungan itu adalah:
اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ (Pemimpin yang Adil)
maka maju jadilah pemimpin yang adil
dan amanah.
Anak-anak muda bangkitlah kalian, semangat
dalam belajar, gantungkan cita-cita mu setinggi-tingginya dan berusaha utk meraihnya.
Pakai masa muda untuk belajar dan berkarya, jangan hanya habis waktu sibuk main
game online, main judi onine.
Jamaah yang dimuliakan Allah...
Maka silahkan kejarlah dunia, tapi
ingat, tetap pada rambu-rambu aturan yg sudah Allah tetapkan.
Perhatikan HALAL dan HARAM nya,
jangan semua disikat. Lihat BAIK dan BURUK nya. Jangan sampai mengambil Hak
orang, jangan sampai menipu, jangan sampai menzolimi orang.
Allah sudah berikan rambu-rambunya
untuk kita:
لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ
ذِكْرِ اللّٰهِ
janganlah hartamu dan
anak-anakmu membuatmu lalai dari mengingat Allah (QS. Munafiqun 9)
Jangan sampai pula karena semangatnya mengejar dunia kau lupakan Allah. Karena sibuknya mengurus harta benda lalu tak sempat lagi menghadap Allah. Karena cintanya kepada harta membuatmu menahan tak mau keluarkan zakat, infaq, sedekah.
Ingat.. kau bercocok tanam, yg menumbuhkannya Allah, yg
mengeluarkan buahnya Allah. Engkau berdagang, yg menggerakkan hati org untuk
membeli daganganmu Allah. Engkau bekerja sukses naik jabatan, yg memberimu ilmu
Allah. Setiap keberhasilanmu atas izin Allah.
Maka konsep yg harus kita tanamkan dalam diri kita adalah:
KEJARLAH DUNIA SEBANYAK-BANYAKNYA, UNTUK MENDAPATKAN AKHIRAT
SETINGGI-TINGGINYA.
TETAP MENGEJAR DUNIA, TAPI TUJUANNYA ADALAH AKHIRAT.
