Minggu, 26 Oktober 2025

BAHAYA PENYAKIT HASAD

 


Oleh : Azirwan Mustaqim, ST

 

Kaum muslimin jamaah jum’at yg dimuliakan Allah swt..

Ada satu penyakit hati yg sangat berbahaya, yg bisa menjadikan semua amal sia-sia habis tak bersisa. Bahkan juga bisa menjerumuskan orang kepada kesyirikan. Penyakit itu namanya adalah HASAD

Dalam hadits diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Dalam sunan Abu Daud. Rasululloh saw bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

"Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kabaikan seperti api memakan kayu bakar." (HR. Abu Daud 4257)

Mengumpulkan kayu bakar di Arab tempat Nabi tinggal itu susahnya luar biasa, bukan seperti di tempat kita yg banyak pohonnya. Lalu setelah kayu susah payah dikumpulkan begitu datang api, dalam hitungan menit semua jadi abu, lalu abu ditiup angin habis tak bersisa.

Begitulah perumpaan Hasad memakan amal-amal kita. Amal ibadah yang sudah susah payah kita kerjakan, puasa dengan perjuangan berat melawan hawa nafsu dan godaan yang begitu berat. sholat berjamaah dengan melawan malas melangkahkan kaki, sholat tahajjud malam berat melawan kantuk. Zakat, sedekah kita keluarkan dg berat melawan sifat bakhil.

Ternyata semua ibadah yg sudah susah payah kita kerjakan itu bisa habis hilang tak bernilai di hadapan Alloh swt sepertihalnya tumpukan kayu bakar yg habis dimakan api, berubah menjadi abu. karena penyakit yg namanya Hasad.

Tapi bukankah dalam Alqur’an Alloh berjanji :

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ

(siapa yg beramal walau sebesar zarroh ia akan melihat balasan amalnya itu)

Itu janji Alloh, dan Alloh tak pernah ingkar janji, maka memang akan Alloh tunjukkan juga amal itu: (QS. Al-furqon : 23)

وَقَدِمْنَآ اِلٰى مَا عَمِلُوْا مِنْ عَمَلٍ

 “kami datangkan semua amalnya, ini sholatmu, ini puasamu, ini tahajjudmu, ini baca qur’anmu, ini sedekahmu dulu, setelah kami datangkan, kami kumpulkan dan dilihat oleh mata kepalanya,

فَجَعَلْنٰهُ هَبَاۤءً مَّنْثُوْرًا

“Kemudian kami jadikan amalnya itu seperti debu yg ditiup angin, hilang tak berbekas.

Apa yang menghilangkannya? Salah satunya adalah Penyakit yang namanya HASAD.

Apa itu hasad? Sering orang mengartikannya iri dan dengki. Tak salah. Tapi  defenisi hasad yang paling lengkap sempurna adalah yang diberikan seorang ulama besar bernama IMAM ABU HAMID AL GHAZALI dalam kitabnya “ihya ulumuddin”. Beliau membagi hasad jadi 2, yang pertama kata imam Al-Ghazali :

كَرَاهِيَةُ النِّعْمَةِ عَلَى الْمُنْعَمِ عَلَيهِ

 (Tak senang ketika orang lain mendapat nikmat).

Ketika melihat ada nikmat jabatan diberikan Allah kepada orang lain datang rasa benci. Ketika ada kawan yg diberikan Allah nikmat harta lebih, maka datang rasa tak senang. Melihat kehidupan rumah tangga orang lain rukun dan bahagia, ada rasa iri. Maka ini sudah setengah dari hasad. Kapan hasad itu menjadi lengkap 100 % ditambah bagian yang kedua:

وحُبُّ زَوَالِهَا

(ingin supaya ikmat orang tadi hilang).

Maka dari hasad muncullah hasut, muncullah siasat, muncullah fitnah, Adu domba, bagaimana caranya supaya nikmat yang dimiliki orang lain hilang, tak mempan cara zohir gunakan cara bathin, asal tercapai tujuan supaya nikmat yang diberikan Allah swt kepada orang lain itu hilang.

 

Kaum muslimin jamaah jum’at yg dimuliakan Allah swt...

Siapakah kiranya yang pertama kali terkena hasad ini? Maka dalam Al Qur’an Alloh ceritakan:

وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ

 “kami perintahkan kepada para malaikat sujudlah kamu kpd Adam semuanya sujud kecuali iblis”. (QS. Al-Baqarah 34)

Mengapa iblis tak mau sujud?  Dosa pertama iblis adalah hasad, tak senang dengan nikmat yg Allah berikan kepada Nabi Adam, dia merasa sudah beribadah sekian ribu tahun mengapa mesti sujud kpd Adam yang baru diciptakan?

Maka muncullah HASAD dalam diri Iblis, muncul rasa tak senang menengok Nabi Adam diberikan nikmat lebih oleh Allah swt. Dan setelah itu muncul keinginan bagaimana supaya nikmat yg diterima oleh Nabi Adam itu hilang. Maka dilakukanlah tipu daya dan siasatnya terhadap Nabi Adam.

Oleh sebab itu kalau ada orang yg taat ibadahnya, rajin sholatnya, puasa Ramadhannya penuh, puasa sunatnya rutin, khatam qur’an berkali2. Tapi ada hasad dalam dirinya, terlintas dalam hatinya,

“Kenapa si fulan yg ke masjidnya hanya seminggu sekali tapi hidupnya selalu senang? Kenapa si fulan yg bahkan tak pernah sholat tapi hartanya banyak? Sedangkan aku yg yg selama ini rajin ke masjid, rajin ibadah tapi hidupku susah dan tak punya harta? Kenapa dia yg diberi nikmat itu kenapa bukan saya”. Lalu muncul tindakan supaya nikmat orang itu hilang.  

Maka hati-hatilah saudaraku, ini termasuk salah satu dari sifat iblis, kalau iblis yang sudah berada dalam surga saja diusir Allah karena hasad, apalagi kita yang belum tentu sama sekali.

Maka di hari Jum’at yg agung ini kita Merenung sejenak, introspeksi diri, bermuhasabah. Tanya dalam hati kecil kita. Selama ini Adakah rasa tak senang dalam hati ketika ada kawan diberi nikmat lebih oleh Alloh, adakah rasa benci dalam hati ketika saudara dilebihkan hartanya oleh Alloh, adakah rasa iri dan dengki dalam hati ketika melihat tetangga hidupnya aman, rukun, dan bahagia?

Merenung sejenak, apakah selama ini kita ikut senang ketika melihat orang senang? Atau justru kita susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah.

Merenung sejenak menegur diri. “hai fulan ingat ketika kau hasad, melayang amal tahujjudmu yg begitu sulit kau lakukan. Hai fulan ingat banyak sudah sedekahmu hilang seperti debu ditiup angin gara2 hasad yg ada dalam hatimu, perenungan yg mendalam itulah yg akan menyelamatkan diri dari penyakit hasad dan akan mendekatkan kita kpd Alloh swt.

 

Kaum muslimin jamaah jum’at yg dimuliakan Allah swt...

Bagaimanakah cara mengobati penyakit HASAD? Diantara cara menghilangkannya adalah:

1.       Meningkatkan iman

Meyakini sepenuh hati bahwa semua nikmat itu dari Allah SWT. Segala yg terjadi adalah kehendak Allah. Allah yang mengatur segalanya.

وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali Imran 26)

 

وَاللّٰهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ فِى الرِّزْقِۚ

Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki (QS. An-Nahl 71)

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ

Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (QS. An-Nisa 32)

Karena semua itu adalah ujian, yg diberi rezki ujian apakah dia bersyukur. Yg belum diberi rezki juga ujian, apakah dia bersabar.


2.       Syukur dan Qona’ah

Dengan Melihat nikmat yang kita punya dan merasa cukup dengan apa yg diberikan Allah kepada kita. Inilah orang yg paling bahagia hidupnya.

Nabi shallallahu ‘alaih wa sallam menasehati Abu Hurairah,

وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ

“Dan ridhailah segala apa yang dibagikan Allah kepadamu, niscaya kamu akan menjadi manusia paling kaya.” (Shahih: Sunan At-Tirmidzi no. 2305; Musnad Al-Imam Ahmad 2/310.

 

3.       Perbanyak Zikir dan do’a

Begitu terlintas hasad di hati maka langsung istighfar, dan do’akan orang itu supaya mendapat kebaikan. Berdo’a pula supaya terhindar dan selamat dari penyakit hasad.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Artinya : "Ya Allah, ampunilah dosadosa kami dan dosadosa saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orangorang yang beriman. Ya Allah, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. AlHasyr: 10)

Mudah2an Alloh selamatkan kita dari penyakit Hasad ini, sehingga amal2 ibadah yg kita lakukan selama ini dapat menolong kita dihadapan Alloh nanti pada hari Yaumala yanfa’u maalun walaa banuun” pada hari harta tak dapat menolong anakpun tak dapat menolong, “illa man atalloha biqolbin saliim” kecuali orang yg datang menghadap Alloh dg hati yg selamat” . Selamat dari Hasad, selamat dari sombong, selamat dari segala macam penyakit hati.


Link PDF : Bahaya Penyakit Hasad

Jumat, 15 Agustus 2025

MENGISI KEMERDEKAAN DENGAN IMAN & TAQWA

 Oleh: Azirwan Mustaqim, ST


Jamaah Jumat yg dimuliakan Alloh

Hari ini Jum’at 15 Agustus 2025, kita sedang berada dalam bulan yg bersejarah bagi kita bangsa Indonesia, Karena 80 tahun yg lalu tepat di hari yg sama hari Jum’at, pada tanggal yg 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memproklamirkan kepada seluruh dunia, bahwa dia bebas dari penjajahan, bahwa dia merdeka dari segala bentuk penjajahan.

Dan 17 Agustus 1945 itu ternyata bertepatan pula dengan tgl 9 Ramadhan 1364 H. ini hampir tak pernah disebutkan dalam pelajaran sejarah di sekolah anak2 kita, sehingga banyak orang yang tidak tahu. Memang apa pentingnya? Bagi orang-orang yang tidak mengerti agama, mungkin ini hal yang biasa. Tak ada yg istimewa, Tapi bagi orang yg beriman kepada Alloh, ini adalah hal yg luar biasa, istimewa, karena pada saat itu bertemunya 2 kemuliaan. Kemuliaan hari Jum’at sebagai sayyidul Ayyaam, dan kemuliaan bulan Ramadhan sebagai sayyidusy syuhur.

Ini menunjukkan bahwa mereka para pejuang, para pendiri bangsa adalah orang-orang yg religius, beragama. Ini menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan itu sarat dengan nilai-nilai Islam.  Dan kemerdekaan Negri ini bisa kita raih semata-mata adalah karena Rahmat dan pertolongan dari Alloh swt.

Kemerdekaan bukanlah hadiah dari Belanda, bukan pula kado dari Jepang, Kita merdeka bukan karena senjata yg canggih, kita merdeka bukan karena tentara yg terlatih, karena kebanyakan dari para pejuang itu hanyalah orang-orang biasa saja, rakyat biasa, guru, para santri, para petani, para ulama. Dinilai dari sudut pandang manapun, menurut ahli strategi perang manapun, maka tak mungkin kita akan menang melawan para penjajah itu. Tapi dengan pertolongan Alloh lah kita bisa mencapai dan mempertahankan kemerdekaan itu.

Maka hal itu disadari pula oleh para pendiri bangsa ini, sehingga mereka tuangkan dalam pembukaan UUD 1945. “Bahwa Kemerdekaan Indonesia atas berkat Rahmat Alloh swt ”

Bangsa ini merdeka karena pertolongan Alloh, karena semangat perjuangan ummat Islam, karena fatwa jihad dari para kiyai, salah satu diantaranya Fatwa Resolusi Jihad yg dikeluarkan Oleh KH. Hasyim Asy’ari yg membakar semangat ummat islam utk berjuang pada pertempuran 10 November di Surabaya, yg sampai sekarang kita peringati sbg Hari Pahlawan Nasional .

kemerdekaan negri ini diperjuangkan dg kalimat Alloh, Bung Tomo di Surabaya meneriakan Takbir, Teuku Umar di Aceh, Imam Bonjol di Sumatra barat, Pangeran Diponegoro di Jawa, Sultan Hasanuddin di Sulawesi mereka semua meneriakkan Takbir Allohu Akbar.. untuk membakar semangat para pejuang dalam mengusir para penjajah.

Juga bagaimana panglima besar Jend Sudirman yg bergerilya di tengah hutan belantara, dalam keadaan sakit dan ditandu, namun sholat berjamaahnya tetap tak pernah tinggal, zikirnya tetap berkumandang, maka do’a dan perjuangan mereka inilah yg membuat kita bebas dari penjajahan dan kezaliman orang-orang kafir itu. Maka sampaikan hal ini kpd anak2 muda generasi penerus bangsa ini, jangan sampai mereka lupa. Jangan sampai tidak tahu.

Negri ini dibangun diatas pondasi pilar-pilar Islam. Pancasila dasar negara kita, semua butir-butirnya itu ada dalam ajaran islam. UUD itu mengandung nilai-nilai Islam. Setiap orang Islam pasti Pancasila, paham makna pancasila. Tapi setiap yg mengaku paling pancasila belum tentu dia Paham apa itu Pancasila dan bagaimana melaksanakan Pancasila.

Maka tak usah ceramahi ummat Islam tentang pancasila, tentang kebinekaan, tentang cinta tanah air. Ummat Islam pasti cinta tanah airnya. Cinta persatuannya.

Jangan lupa, bahwa raja-raja islamlah yg menyatukan negri ini menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena mereka rela, ikhlas melepas kekusaannya. Bahkan Sultan Syarif Kasim II memberikan 13 juta Gulden (1 Triliun lebih) kepada Soekarno untuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Maka bodoh sekali kalau hari ini ada orang-orang yg mengotak2kan kita, menyuruh kita pilih pancasila atau syariat islam. Seolah2 orang yg menegakkan syariat Islam berarti tidak pancasila, tidak cinta NKRI, anti kebinekaan. Sehingga kalimat tauhid dianggap simbol teroris, teriakan takbir dianggap ekstrimis, menegakkan ajaran islam dianggap radikalis. Maka muncullah orang-orang yg anti dg syariat Islam, bagaimana supaya nilai-nilai agama ini dihilangkan, perda2 Islam dihapuskan. Kalau melihat ummat islam ramai berkumpul mereka pun ketakutan. Padahal kita ummat Islamlah yg memperjuangkan kemerdekaan dan menjaga negri ini. 

 

Jamaah Jumat yg dimuliakan Alloh..

80 Tahun yg lalu ditengah malam Ramadhan itu, pada malam kemerdekaan itu para ulama, para kiyai, para pejuang, mereka bermunajat kepada Alloh, tgl 9 Ramadhan, artinya 9 malam sudah mereka berdoa dalam tarawihnya, dalam tahajjudnya, dalam munajatnya mereka memohon kekuatan dari Alloh, tapi begitu 80 tahun berlalu apa yg terjadi hari ini, malam-malam kemerdekaan di berbagai tempat, diisi dengan orgen tunggal, minum khamar, dan mempertontonkan kemaksiatan. 

Di Tengah malam perayaan kemerdekaan itu akan terdengar suara hiruk pikuk dg berbagai macam perayaan yg katanya dalam rangka syukuran kemerdekaan, tapi sebenarnya itu bukanlah syukuran tapi kekufuran kpd Alloh.

Maka Jangan heran musibah datang silih berganti menimpa negri ini. Musibah bukan hanya berbentuk bencana alam. Musibah bukan hanya dalam bentuk penyakit maupun kematian.  

Tapi musibah terbesar bagi negri ini adalah, ketika Alloh angkat orang-orang yg zolim sebagai pemimpin, sebagai wakil-wakil rakyat, sebagai pejabat di negri ini. Alloh jadikan orang-orang yg khianat itu berkuasa, sebagai hukuman dan peringatan bagi bangsa ini. Karena banyak yg sudah menghianati perjuangan orang2 dimasa lalu, perjuangan para pahlawan. Alloh SWT sudah mengingatkan kita dalam firmanNYa:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan. (QS.Al-A’raf : 96)

Negara kita yg sungguh luar biasa kekayaan alamnya, untaian zamrud katulistiwa, tongkat dan kayu jadi tanaman. Tak ada negara lain yg punya kekayaan alam sehebat kita. Kalau negara-negara lain hanya punya 1,2, 3 kekayaan alam, tapi kita luar biasa. Hasil tambangnya dari perut bumi, emas, nikel, timah, batu bara, gas, minyak. Bahkan di atasnya pun minyak. Belum lagi hasil hutannya, hasil lautnya luar biasa kayanya.

 

Tapi sampai hari ini apakah itu semua sudah menjadi berkah atau justru menjadi musibah? Apakah kekayaan alam itu menjadi nikmat atau justru menjadi laknat? Apakah sampai hari ini itu semua sudah bisa dinikmati oleh rakyat? Negara yg kaya raya, tapi justru hidup dari memeras rakyat dengan pajaknya.

Maka 80 tahun sudah kita merdeka, sudahkah tercapai cita2 para pendiri bangsa? Sudahkah tercapai cita-cita para pejuang kemerdekaan? Yg dituangkan dalam sila ke 5 : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. 80 tahun sudah merdeka, Sudahkah negri ini menjadi negri yg baldatun thoyyibatun wa Robbun Ghoffuur?

Jamaah Jumat yg dimuliakan Allah SWT...

Lalu apa yg harus kita lakukan? Apa yg bisa kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan ini? Bagaimana supaya keberkahan diturunkan Alloh untuk negri kita tercinta ini? Maka kembali kepada ayat:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا

Kata kuncinya adalah iman dan taqwa.

Kalau engkau punya kekuasaan dan jabatan jadilah penguasa yg beriman dan bertaqwa, jadilah pejabat yg beriman dan bertaqwa. Rubahlah dg kekuasaanmu, berbuatlah utk perubahan negri ini menjadi lebih baik. jangan khianati perjuangan Pahlawan dengan korupsi dan hanya mementingkan diri sendiri.

Kalau engkau punya bakat bisa sebagai pemimpin, maka maju jadilah pemimpin yg adil dan amanah, yg akan membawa perubahan untuk negri ini.

Kalau engkau hanya bisa jadi rakyat biasa, maka jadilah rakyat yg beriman dan bertaqwa, ketika tiba masanya memilih pemimpin, jangan lagi mau disogok dg 50 rb 100 rb, lalu kau pilih juga orang-orang yg sudah jelas jahat dan hianat itu. Kuatkan imanmu kuatkan taqwamu.

Engkau yg masih muda jadilah generasi muda yg beriman dan bertaqwa, kalianlah generasi penerus bangsa ini, pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan. Jangan sia-siakan waktu hanya sibuk dg game online, judi online. Jangan rusak masa depan dengan narkoba, khamar dan zina.

Silahkan buat berbagai kegiatan untuk menyemarakkan hari kemerdekaan, tapi tetap dalam batas2 yg dibolehkan agama, jangan sampai melanggar yg haram. Jangan sampai maksiat, Mubazir dan mendatangkan mudharat.

Sebagai orang tua, kita adalah pemimpin dalam keluarga, Memang kita bukan penguasa yg punya kuasa membuat aturan. Tapi dalam lingkup keluarga, kita punya kuasa terhadap anak istri..

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yg dipimpinnya”

Maka tanamkan nilai-nilai iman dan taqwa dalam keluarga kita. Tanamkan kepada anak istri  nilai-nilai kejujuran, berani memperjuangkan kebenaran, berakhlak yg baik dan taat mengamalkan ajaran agama.

Maka mulai Dari lingkup yg paling kecil keluarga, kumpulan2 keluarga yg baik, akan membentuk masyarakat yg baik, dan kumpulan dari masyarakat yg baik maka akan menjadikan negara ini negara yg baik, Baldatun Thoyyibatun warobbun ghofur, penuh keberkahan dan rahmat Alloh SWT.  Amin Ya Robbal ‘alamiin.....


DO’A UNTUK NEGRI DAN PARA PAHLAWAN

  اَللَّهُمَّ احْفَظْ وَطَنَنَا وَسَائِرْ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْ بِلَادِنَا آمِنَة مُطْمَئِنَّة وَسَائِرْ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَاحْفِظْ قَادَتِنَا وَعُلَمَاءِنَا وَمُجَاهِدِيْنَا، وَاجْعَلْهُمْ مِنْ أَهْلِ التَّقْوَى وَالصَّلَاحْ.

Ya Allah, lindungilah negeri kami dan seluruh negeri kaum Muslimin. Ya Allah, jadikanlah negeri kami aman dan tenang serta seluruh negeri kaum Muslimin. Lindungilah para pemimpin kami, para ulama, dan para pejuang kami. Jadikanlah mereka termasuk golongan orang-orang yang bertakwa dan saleh.

  اَلَّلهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَنَا وَأَمْوَاتِنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْهُمُ الْجَنَّة بِغَيْرِ حِسَابِ، وَاغْفِرْ لَهُمْ وَلِعَائِلَاتِهِمْ، وَبَارِكْ فِي تَضَحِيَاتِهِمْ وَجْعَلْهَا فِي مِيْزَانِ حَسَنَاتِهِمْ.

Ya Allah, rahmatilah para syuhada kami dan orang-orang yang telah meninggal dari kalangan Muslimin. Berikanlah mereka surga tanpa hisab, ampunilah mereka dan keluarga mereka, serta berkahilah pengorbanan mereka dan jadikanlah itu dalam timbangan kebaikan mereka.

LINK DOWNLOAD PDF : MENGISI KEMERDEKAAN DENGAN IMAN DAN TAQWA

LINK YOUTUBE

Jumat, 25 Juli 2025

TAKUTLAH BERBUAT ZALIM

Oleh : Azirwan Mustaqim, ST

 

Hadirin Jama’ah Jum’at yang Dimuliakan Allah swt....

Dalam kitab Arrisalah Alqusyairiyah ditulis oleh imam Abul Qasim Abdul Karim Hawazin AlQusyairi.  Dikisahkan bahwa ada seorang yg ahli ibadah, soleh, banyak sholatnya, banyak puasanya, banyak sedekahnya, khatam quran berkali-kali, tapi ternyata diakhirat nanti dia dihisabnya lama. Padahal dia ahli ibadah tak pernah berbuat dosa dan maksiat. Lalu kenapa hisabnya lama? Ternyata hanya karena satu tangkai ranting kayu yg pernah dia ambil. Ketika dia pulang dari acara kenduri, tersangkut daging yg dia makan di giginya, tak sabar dia menunggu sampai rumah, diambilnya satu ranting yg ada dalam pagar orang tanpa seizin orang yg punya. Ternyata gara2 itulah dia dihisab lama di padang mahsyar nanti. Padahal orangnya soleh ahli ibadah.

Maka kalau sekecil ranting itupun kita akan dituntut, bagaimana dengan sebatang pohon, bagaimana dengan hutan belantara, bagaimana dengan sepetak tanah? Maka tak akan ada yg lepas dari semua itu.

Padahal sholat kita belum tentu se khusyu’ dia, puasa kita biasa2 saja, sedekah kita tidaklah seberapa, zikir pula hanya sekedarnya. Tapi dosa2 kita kepada manusia sudah pasti lebih banyak dari setangkai ranting yg dia ambil. Siapkah kita nanti dituntut di hadapan Allah?

Tapi kan kita bisa bertaubat..? kalau dosa kepada Allah, ya Allah maha Ghafur (Maha Pengampun), Allah Maha Rahman (Penyayang), Allah Maha Penerima Taubat.

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ

Tidak ada seorang hamba pun yang melakukan dosa, lalu dia bersuci dengan baik selanjutnya berdiri lalu melakukan shalat dua raka’at, kemudian memohon ampun kepada Allâh, kecuali Allâh pasti akan mengampuninya. (HR. Abu Daud)

Sebanyak apapun dosa kita kepada Allah akan Allah ampunkan kalau betul2 bertaubat.

Tapi kalau dosa kepada manusia, menangis di depan pintu Ka’bah takkan dapat menghapuskannya. Karena dosa kepada manusia urusannya dengan manusia. Hanya bisa dihapuskan dengan minta maaf. Kalau menyangkut hak orang yg kita ambil maka harus dikembalikan atau harus dapat izinnya..

 

Satu kisah yang sudah mahsyur disampaikan oleh para ulama, tentang seorang raja yang tiba-tiba tangannya bengkak bernanah, dipanggillah tabib untuk mengobati tapi tetap tak sembuh juga, bermacam cara obat sudah dicoba tapi tetap tak sembuh juga, justru bertambah sakitnya, bahkan sampai harus dipotong jari2nya. Sampai Akhirnya ada seorang hamba Allah, orang yang soleh yg diberikan Allah ilham, dia lalu berkata kepada sang raja.

“Mungkin tuan raja pernah menganiaya orang”.

“Saya tidak pernah menganiaya orang” jawab sang raja.

“Cobalah renung2kan, ingat2 lagi”.

Akhirnya raja berpikir dan merenung sejenak. Rupanya beberapa hari yang lalu ketika dia sedang duduk2 di depan istana, dia melihat ada seorang laki-laki lewat pulang dari memancing dengan membawa seekor ikan. Lalu terlintas dalam hatinya ingin mengambil ikan yg dibawa orang itu, padahal sebagai raja dia bisa dapatkan ikan yg lebih besar dari itu. Tapi karena merasa punya kuasa terhadap rakyatnya, dia perintahkan pengawalnya untuk merampas ikan itu. Lalu ikan dimasak dan dimakan, dan ketika makan itu ternyata jarinya tertusuk tulang ikan. Awalnya biasa2 saja, tapi setelah beberapa hari tangannya mulai membengkak bernanah dan membusuk.

Kata sang raja, “Padahal itu hanyalah seekor ikan”.

“Mungkin menurut raja ikan itu hal yg sepele remeh temeh tak berarti, Tapi bisa jadi menurut yg punya ikan itu sangatlah berharga, carilah dia lalu mintakan maafnya”. nasehat dari orang yg soleh tadi.

Maka sang raja perintahkan para tentaranya untuk mencari laki-laki yang punya ikan itu. Akhirnya setelah bertemu, sang raja menceritakan apa yg sudah dia alami, dan bertanya kepada laki2 itu,

 “Apa yg kau lakukan setelah ikan itu ku ambil darimu?”

Dengan ketakutan dia menjawab, “Aku tak melakaukan apapun wahai tuan raja, aku hanyalah orang yg miskin tak punya harta benda, hari itu aku pergi mencari ikan karena anak dan istriku kelaparan tak ada yg mau dimakan. Begitu aku mendapat ikan itu senangnya hatiku membayangkan bisa makan bersama anak dan istriku, tapi ternyata di tengah jalan, raja yang berkuasa merampas ikan itu, maka aku hanya bisa mengangkat tangan dan mengadu kepada Allah”.

“Apa do’a yg kau panjatkan?” tanya sang raja penasaran.

“Aku hanya berkata, ya Allah Raja sudah menunjukkan kekuasaannya, maka tunjukkanlah kekuasaanMu”

Bergetar hati sang raja mendengar perkataan laki2 itu, ternyata Allah sedang menunjukkan kekuasaanya membalas perbuatan zalim sang raja.

Maka dia pun menangis dan minta maaf kepada laki2 itu, dan diapun memaafkannya.

Meskipun itu nampaknya sepele dipandangan raja, hanya mengambil seekor ikan, dia tidak menangkap laki2 itu, lalu menjebloskannya ke penjara, dia tidak menyiksanya dengan cambuk, tidk memukulnya. Atau tidak pula membunuhnya. Hanya mengambil ikan di tangannya, sepele menurut sang raja, tapi ternyata itu suatu yg besar bagi orang lain. Maka apa hikmah yg bisa kita ambil dari kisah ini?

Jangan pernah menyepelekan dosa kita kepada manusia. Jangan pernah meremehkan perbuatan zalim kita kepada orang lain, mungkin itu sepele bagi kita tapi bisa jadi sangat berharga bagi orang lain. Kita tahan gaji karyawan, kita tunda 2-3 hari menurut kita takkan masalah, tapi bisa jadi ternyata gaji yg tertunda 2-3 hari itu menjadi sangat berat bagi dia, menjadikan dia susah. Karena mungkin ada hutang yg harus dia bayar, ada janji yg harus dia tepati, ada kebutuhan yg sangat mendesak yg harus dia beli. Makanya Nabi meyuruh kita:

أَعْطُوا الْأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ

"Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya." (HR. Ibnu Majah)

Supaya apa? Supaya jangan sampai zolim aniaya.

Maka para pemimpin, yg punya bawahan, punya kryawan perhatikanlah, jangan sampai kalian berbuat zolim dengan menahan hak orang lain.

اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Takutlah berbuat zalim, karena kezhaliman itu akan menjadi kegelapan pada hari kiamat” (HR. Muslim)

 أَلاَ لَعْنَةُ اللّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

“Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim” (QS. Hud: 18)


lalu Mungkin ada muncul pertanyaan, kalau memang orang yg zalim itu Allah laknat, kenapa ada orang yg lebih zalim dari sang raja tadi, tapi hidupnya aman2 saja, dia tetap sehat, dia tetap kaya, dia tetap bekuasa, tetap hidup panjang umurnya..

Karena Allah masih sayang kepada sang raja, mungkin karena imannya, mungkin ada amalnya, ada ketaatan yg pernah dia lakukan, karena Allah sayang maka Allah beri balasan langsung di dunia supaya tak sampai dibawa ke akhirat dosanya itu. 

   مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلاَ نَصَبٍ وَلاَ سَقَمٍ وَلاَ حَزَنٍ

 حَتَّى الْهَمِّ يُهَمُّهُ إِلاَّ كُفِّرَ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ

“Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa rasa sakit (yang tidak kunjung sembuh), rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, dan kekhawatiran yang menerpa melainkan dosa-dosanya akan diampuni” (HR. Muslim no. 2573).

Maka kalau masih Allah beri sakit tandanya Allah masih sayang. Intrispeksi diri, ingat2 lagi dosa yg pernah kita lakukan, bertaubat perbaiki diri untuk lebih baik. Kalau ada sangkut paut dengan orang lain, segeralah minta maaf.

Tapi kalau ada org yg selalu Zalim, aniaya, jahat, tapi tak pernah kita lihat dia sakit, dia tetap nampak sehat dengan harta dan kuasanya. Maka itu bukan karena Allah lupa, bukan karena Allah lalai. Tapi itu adalah ISTIDRAJ. Azab yg tertunda. 

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad)

اِنَّمَا نُمْلِيْ لَهُمْ

Sesungguhnya kami ulur bagi mereka

Allah ulur umurnya panjang, Allah ulur rezkinya banyak, Allah ulur badannya sehat.  

Kenapa Allah ulur?

 لِيَزْدَادُوْٓا اِثْمًا

Supaya dosanya makin bertambah

Mereka menyangka sedang menipu Allah. Dia  sangka Allah lupa kepadanya. “Inna Kaidi Matiin” padahal itu hanyalah tipu daya Allah, supaya dia semakin tenggelam dalam dosa. Lalu tiba-tiba mati, tak Allah berikan kesempatan untuk bertaubat.

 ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ

Setelah itu barulah Allah akan menimpakan azab yang paling hina untuknya” dan ketika azab itu Allah berikan tak pernah Allah lepas lagi.

Maka itulah pentingnya kita bermuhasabah, merenung dan berpikir sejenak. Kata sahabat Nabi:

تَفَكُّرُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةٍ

“Berpikir sejenak lebih baik dari sholat semalam sepanjang malam”

 

Karena boleh jadi dengan sholat malam kita akan merasa ibadah sudah banyak, tapi dengan merenung sejenak kita akan merasa dosa kita lebih banyak. Maka gunakanlah hari Jum’at utk kita berpikir dan merenung, tak bisa setiap hari, paling tidak sekali sepekan, hari Jum’at ini kita gunakan.

Berpikir merenung, mengingat2 kembali berapa banyak hak orang yg sudah kita ambil, berapa banyak yg belum kita minta izinnya, berapa banyak orang yg sudah tersakiti oleh tangan kita, oleh cakap kita yg kasar, caci maki, fitnah. Berapa banyak orang yg susah hidupnya karena kita. Kalau masih ada orangnya cari dan mintakan maafnya. Kalau tak mungkin lagi, tak ada lagi, cari keluarganya, kalau tak juga ada, maka banyak-banyak lah amal soleh, banyak-banyak minta ampun kepada Allah mudah2an di akhirat nanti bisa menutupi kesalahan dan dosa.


Link DOWNLOAD PDF : Takutlah Berbuat Zhalim

Jumat, 27 Juni 2025

RENUNGAN AWAL TAHUN BARU ISLAM 1447 H

 

Oleh : Azirwan Mustaqim, ST

Hadirin Jama’ah Juma’at yang dimuliakan Allah swt...

Salah satu nikmat terbesar setelah nikmat iman adalah nikmat waktu. Tapi Kesibukan dunia telah melalaikan banyak manusia sehingga tidak sadar bahwa waktu terus berjalan, hari berganti pekan, pekan berganti bulan dan bulanpun berganti tahun. dan hari ini kita telah berada pada hari pertama bulan Muharram tahun baru 1447 H. Begitulah cepatnya waktu berputar.

Namun dlm perputaran waktu ini Pernah kah kita berpikir, Kenapa Alloh swt masih membiarkan kita hidup sampai hari ini? Pernahkah kita merenung, apa tujuan Alloh masih membiarkan kita berjalan di atas muka bumi ini? Sementara banyak orang yg sudah pergi meninggalkan dunia ini. Banyak orang2 yg kita kenal, sahabat sebaya, keluarga handai taulan kita yg sudah pergi meninggalkan dunia ini.

Sementara kita masih ada disini, pernahkah kita berpikir dan bertanya dlm hati? Apa yg diinginkan Alloh dari kita?

Maka jawabannya disebutkan Alloh dalam Alqur’an surat Al Mulk:

الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ

“Dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa yang paling baik amalnya.

 

Jadi Alloh masih menghidupkan kita sampai hari ini, sampai detik ini adalah utk menguji, apakah kita beramal soleh atau tidak. Apakah kita beriman atau tidak.

Allah tak lihat siapa yang paling kaya di antara kita, Allah tak menilai siapa yang paling tinggi jabatannya diantara kita, Allah swt tidak meletakkan kemuliaan siapa yg paling panjang gelarnya di antara kita.

Tapi yg Alloh liat siapa yg paling beriman dan paling baik amalnya.

Oleh karena itu kalau Allah sampaikan usia kita pada hari ini, bulan yang mulia ini, maka kita bersyukur kepada Alloh, kita buktikan kepada Allah dengan amal terbaik yg bisa kita lakukan.

Apa amal terbaik di bulan Muahrram ini? dalam hadits riwayat Imam Muslim Nabi Bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ الله الْمُحَرَّمِ

“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR. Muslim)

 

Maka perbanyak puasa sunnat terutama pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Kalau bisa puasa 3 hari itulah yg paling utama, kalau tak bisa maka puasalah tgl 9 dan 10. Kalau tak bisa juga maka puasalah tgl 10 saja. 1 hari pun tak dapat, maka sungguh termasuk orang2 yg sangat merugi. 

Karena betapa banyak orang2 di alam kubur sana yg sangat ingin kembali kedunia ini untuk beramal soleh, ingin beribadah tapi mereka tak lagi bisa. apa kata mereka?

رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا

 اِنَّا مُوْقِنُوْنَ

Ya Tuhan kami, kami telah melihat (hari Kiamat yang kami ingkari) dan mendengar (dari-Mu kebenaran ucapan rasul-rasul-Mu). Maka, kembalikanlah kami , niscaya kami akan beramal saleh. Sesungguhnya kami (sekarang) adalah orang-orang yang yakin. (QS. Sajadah 12)

 

Banyak orang2 yg saat ini di alam kubur sana mereka hanya bisa meyesali segala perbuatannya selama hidup di dunia, mau beramal tapi tak bisa lagi. sementara kita masih diizinkan Alloh berjalan di atas muka bumi ini, masih diberi hidup oleh Alloh, masih diberi kesempatan dan sehat oleh Allah. Maka jangan sia-siakan. Jangan tunggu sampai tiba giliran kita baru kita juga ikut menyesal, 

Jangan tunggu sampai saatnya tak bisa lagi beramal baru kita ingin beramal, ketika sudah sakit baru ingin ke masjid, ketika sudah sekarat baru mau taubat, maka hanya penyesalanlah yg akan ada.

Ketika sampai masanya, dicabut nyawa oleh malaikat, maka ruh pun berpisah dari jasad. Datanglah sahabat, kerabat untuk melayat, lalu bersiap mengantarkan kita masuk ke liang lahat. Maka ketika itu kata Nabi,

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ

 “Yg akan mengantarkan mayat sampai ke kubur ada 3”.

Yg pertama adalah أَهْلُهُ Keluarganya. Istri, Anak, menantu, cucu, sanak saudara, teman dan tetangga, semua ikut mengiringi mengantarkan kita.

Kemudian yg kedua yg akan mengantarkan ke kubur yaitu: مَالُهُ hartanya.

فَيَرْجِعُ اثْنَانِ

Tapi yang 2 ini akan kembali pulang. keluarga akan kembali pulang. Secinta cintanya istri kepada suami, suami kepada istri, sesayang2 sayangnya orang tua kepada anak, anak kepada orang tua, tetap tak ada yg akan ikut masuk menemaninya di dlm liang lahat itu. Maka keluarga akan pulang kembali ke rumahnya masing-masing.

Harta pun akan kembali, sebanyak apapun emas nya, saldo rekeningnya, surat tanah, BPKB, pakaian indah dan mahalnya, satupun tak ada yg dibawa, kecuali hanya 3 helai kain putih tak berjahit. Maka semua akan kembali.

وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ

“namun ada Satu yg akan  tetap bersamanya”..

Di dalam sempitnya liang kubur itu, dalam gelapnya liang lahat itu ada satu yang akan tetap menemani. Yaitu عَمَلُهُ Amalnya.

Dalam hadits shahih riwayat Imam Ahmad, haditsnya panjang bercerita tentang bagaimana keadaan orang di dalam kubur. Ternyata nanti amal kita itu akan datang dalam sosok seorang laki-laki berwajah tampan, berpakaian bagus, harum semerbak, lalu mengatakan, “Bergembiralah engkau, inilah hari yg telah dijanjikan kepadamu, Aku adalah amal2 shalih mu dulu ketika di dunia, aku datang untuk menemanimu sampai hari kiamat tiba”.

Itu kalau orang yg shalih banyak kebaikannya. Tapi bagi orang yang jahat, banyak keburukannya. yang datang itu seorang laki-laki berwajah buruk, berpakaian jelek, berbau busuk dan menjijikkan. Dia pun akan berkata “Celakalah engkau, inilah hari yang telah dijanjikan kepadamu, akulah amal2 buruk, dosa2 dan maksiat mu dulu ketika di dunia, aku datang untuk menemanimu sampai kiamat tiba”.

Maka ketika itu orang akan berharap bisa pulang lagi kedunia untuk beramal. Allah sebutkan dalam surat Mukminun ayat 99-100

حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ

hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia)

لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ

Agar aku dapat mengerjakan amal2 saleh yang dulu aku tinggalkan

Disitulah manusia itu baru tersadar, bahwa ternyata apa yg dia cari, apa yg dia kumpulkan mati-matian selama ini ternyata hanya akan tinggal, sementara amal soleh yg dia tinggalkan selama ini itulah yg akan menemani.

Maka Jangan sampai karena alasan mencari nafkah, mengumpulkan harta, sholat sampai tinggal, jangan sampai karena anak istri, ibadah dilalaikan. Selagi masih bisa beramal, beramallah sebanyak2nya. Selagi masih sehat bisa puasa sunnat, puasalah sebanyak2nya. Selagi masih bisa sholat berjama’ah ke masjid, maka datanglah. Selagi masih mampu sholat sunnat qobliyah ba’diyah, tahajjud dan dhuha, maka kerjakanlah. Selagi masih bisa melihat huruf Alqur’an maka bacalah.

Selagi masih bisa membantu orang lain, masih bisa bersedekah, sedekahlah. Jangan lagi kita tunda-tunda. Dunia ini kalau kita perturutkan tak akan pernah ada habisnya, tak akan pernah ada cukupnya. Maka beramal itu harus kita paksa2kan, harus kita sempat2kan,

 Jama’ah Jum’at yg dimuliakan Allah...

Di hari dan bulan yang mulia ini, mari kita gunakan sejenak untuk merenung, Waqfah Ma‘annafsih” (sejenak bersama jiwa).   Tafakkaru Sa’ah” (berpikir sejenak), berpikir menggunakan akal yang diberikan Allah swt, berpikir tentang nikmat2 Allah, berpikir tentang dosa2 yang telah dilakukan, berpikir tentang tujuan hidup, berpikir bagaimana kita akan melewati sakitnya sakratul maut, berpikir bagaimanakah nasib kita nanti di alam kubur, berpikir bagaimana kita akan selamat di padang mahsyar dan berpikir dimanakah tempat terakhir kita akan tinggal.

 

Ingat..!!! ketika Tahun berganti usia kita bertambah, tapi jatah umur makin berkurang. Maka semakin dekat pula kepada ajal.

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, tak dapat ditunda  sesaat pun dan tak dapat (pula) dimajukan walau sesaatpun. (QS. Al-A’raf 34)

 Maka ingatlah pesan dari Sayyidina Umar ibn Khottob ra.

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا

“Hisablah dirimu sebelum kamu di hisab”

Hitung2 amalmu, timbang2 dosamu, ingat2 perbuatanmu, apakah selama ini lebih banyak berbuat dosa atau ibadah? Apakah lebih banyak taat atau maksiat? Apakah lebih banyak bermanfaat atau berbuat jahat? Hisablah dirimu sebelum Alloh yang menghisabnya.

Jadikan momen pergantian tahun ini sebagai momen untuk memperbaiki diri. Tahun Baru Hijriyah berarti juga semangat baru, harapan baru.

Mudah2an tahun 1447H ini akan lebih baik dari tahun yg lalu. Lebih baik amalnya, lebih baik ibadahnya lebih baik rezekinya dan kita selamat dari ujian hidup yg Alloh berikan.

Amin ya Robbal’alamiin...

LINK DOWNLOAD PDF : Renungan Tahun Baru Islam 1447 H

Jumat, 20 Juni 2025

PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA

 


Oleh : Azirwan Mustaqim, ST

Jamaah jum’at Rohimakumulloh...

Sekarang ini kita hidup di era Globalisasi, zamannya teknologi, semuanya serba canggih, apapun informasi bisa dicari. Semuanya ada di ujung jari. Apa yg terjadi saat ini di benua Eropa sana, atau dibelahan bumi mana saja, kita yg ada di sini bisa langsung tahu.

Kecanggihan teknologi informasi yang luar biasa ini di satu sisi bisa mendatangkan kebaikan, tapi di sisi lain juga bisa mendatangkan keburukan. Terutama bagi anak cucu generasi kita yang akan datang. Bayangkan semua informasi yg tak terbatas itu bisa sampai ke telinganya, dilihat oleh matanya, dibacanya, lalu masuk ke dalam otaknya.

Kalau informasi yg sampai itu yg positif, yg baik, Alhamdulillah. Kalau yg ia baca berita2 islam. Yg ia lihat ceramah2 agama, yg ia follow akun2 islam, tokoh2 agama, dipakai untuk belajar, atau hal2 positif lainnya utk perkembangan bakatnya.

Tapi kalau ternyata yg sampai kepada anak2 kita itu lebih banyak yg negatifnya, lebih banyak yg buruknya saja, maka itu pun akan masuk ke otaknya, akan mempengaruhi pikiran dan tingkah lakunya.

Bagaimana kalau yg ia baca itu adalah tulisan2, ceramah, pemikiran orang2 sekuler, yang memisahkan agama dg kehidupan dunia, beragama itu hanya ketika dalam masjid saja, agama hanya ritual, ketika beribadah dalam masjid menutup aurat, jadi orang baik. Begitu keluar masjid buka aurat lagi, pulang haji umroh masuk ke kantor korupsi lagi.

Bagaimana kalau yg jadi idola anak-anak kita itu tokoh liberal, yg menyatakan bahwa ternyata semua agama ini sama, semuanya benar, boleh beribadah bersama-sama dalam suatu tempat. Dengan dalih TOLERANSI.

Atau Bagaimana kalau yg ia dengarkan adalah ajaran2 sesat, sholat tak perlu lagi, puasa tak perlu, kalau sudah berbaiat kpd guru. Laki-laki perempuan saling melihat aurat dan bersentuhan tidak apa-apa kalau sudah satu majelis, satu pengajian, satu guru. Aliran sesat.

Bagaimana pula kalau ternyata yg ia lihat itu adalah konten2 porno yg akan merusak mental dan otaknya, bagaimana kalau ternyata dia ikut Judi Online yg banyak menyamar sbg game.

Kalau zaman dulu orang main judi di semak2, di sudut2 kampung, di tempat sepi. Malu dia kalau dilihat orang, masih bisa kita tegur, masih bisa dibubarkan polisi atau ditangkap.

Tapi hari ini, di zaman ini, orang main judi di dalam kamarnya masing2, di rumahnya masing2. Bebas Tanpa takut diketahui orang lain, tanpa rasa malu kepada orang lain. Bahkan bukan hanya anak2 muda, bapak2 sampai ibu2 dan nenek2 pun di zaman ini ikut juga main judi. Nauzubillah...

Belum lagi bagaimana maraknya pergaulan bebas di kalangan generasi muda, maraknya Narkoba yg akan merusak masa depan mereka.

Begitulah luar biasanya keadaan hari ini yg harus kita hadapi, dan itu masih ketika di zaman kita hidup, lalu bagaimana kira2 nanti di zaman anak cucu kita. Bagaimana 10 tahun, 20 atau 30 tahun yg akan datang. Bagaimana lagi kira2 tantangan yg akan dihadapi oleh anak2 cucu kita nanti.

 

Maka tak ada lain yg bisa menyelamatkan mereka, yg akan menuntun mereka dalam menjalani kehidupan di masa yg akan datang, kecuali dg bekal iman yg kuat dan ilmu agama yg cukup.

Kalau bukan kita selaku orang tua yg memikirkan ini lalu siapa lagi, itulah sebabnya Alloh berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارً

“Wahai orang beriman jagalah dirimu, dan keluargamu dari api neraka”

Tugas orang tua, terutama kepala keluarga bukan hanya mencukupkan nafkah keluarganya, tapi yg lebih besar lagi adalah menjaga iman mereka, supaya selamat dari neraka.

Karena anak, istri, keluarga itu adalah amanah.  

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya”

Seorang suami, kepala keluarga. Akan ditanya tentang istri dan anak-anaknya.

 

Jamaah jum’at Rohimakumulloh...

Maka salah satu cara terbaik untuk menyelamatkan anak-anak kita di tengah zaman yg edan ini adalah dengan membekali mereka pendidikan agama sejak dini, masukkan mereka ke sekolah2 agama,

Mulai dari TK nya TK islam, SD islam, kalaupun SD Negri tak apa2 , tapi tambahkan lagi dg MDA siangnya, antarkan ke guru ngaji malamnya. Karena di usia itu lah mulai dibangun pondasi agamanya. Tamat SD yg paling bagus lanjutkan  ke Pondok Pesantren, pelajaran agamanya lebih banyak, dia akan fokus belajar karena tinggal di asrama, tak bisa dia main HP, selamat dari pergaulan bebas. Tapi pesantren rata-rata mahal biayanya. Kalau masih bisa dipaksa-paksakan, kalau masih bisa dicukup2kan, kalaupun kita selaku orang tua harus menahan2 selera, mengurang2i hobi, menekan pengeluaran, demi bisa memasukkan anak ke pondok pesantren, maka lakukanlah. Demi keselamatan masa depan anak kita. Anggaplah itu semua sebagai INVESTASI Akhirat kita, jangan anggap itu sbg beban. Tapi itu adalah tabungan akhirat, tabungan pahala.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Kalau manusia mati, maka putuslah amalnya, kecuali tiga: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya” (HR. Muslim no. 1631).

Salah satu dari amal yang tak terputus itu adalah anak yang soleh.

Ketika jasad terbujur kaku tak bernyawa, di saat badan hanyalah sebujur bangkai tak berharga, di saat tiada siapapun yang bisa menolong, maka yang bisa diharapkan adalah anak yang kita tinggalkan.   

Kalau dulu dia kita didik dengan pendidikan yang baik, kita bekali dengan agama yang baik, maka dia yang akan memandikan kita, dia akan ikut menyolatkan, bahkan menjadi imamnya, dia yang akan meletakkan kita dalam liang lahat, dia yg akan membacakan yasin, tahtim, dan tahlil. Di setiap sholatnya dia akan selalu berdo’a,

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Maka mengalirlah pahala seperti air yang sejuk membasahi tenggorokan yang kering.   

Setiap kali dia membaca Alqur’an, berzikir, sholat sunnat, bersedekah, dan setiap kali dia berbuat amal soleh, maka semua pahala itu otomatis juga akan mengalir kepada kedua orang tuanya, meskipun tanpa dia niatkan akan mengalirlah itu sebagai pahala di alam barzah sementara kiamat tiba.

Begitulah kalau yg kita tinggalkan anak yg soleh. 

Dari mana datangnya anak yg soleh? Pendidikan agama.

Maka kalau masih bisa disakit2an demi anak bisa masuk pondok pesantren, lakukanlah.

Tapi kalaupun memang tak sanggup, memang sulit tak mungkin, maka masukkanlah dia ke Madrasah. Madrasah Tsanawiyah, Aliyah. Karena Pelajaran agamanya lebih banyak dari sekolah umum. Ada belajar Fiqih, bahasa arab, akidah akhlaq, sejarah islam. Alqur’an Hadits.  

Kita tidak sedang merendahkan sekolah umum, tapi kenyataannya hari ini, pelajaran agama di sekolah umum itu hanya 3 jam dalam sepekan. Disitulah mau dipelajari semuanya. Berapalah yg dapat anak-anak itu.

Lalu mungkin ada pula yg akan berkomentar, anak-anak yg sekolah agama itu nakal-nakal juga tingkah lakunya. Ya kalau masalah nakal semua sekolah pasti ada, bahkan Ponpes pun ada. Jangan itu yg kita ambil contoh, lihatlah yg baiknya, pasti lebih banyak yg baiknya. Lagipun kalau mau dibalik logika berpikir seperti itu, maka sedangkan yg sudah sekolah agama saja tetap juga bisa nakal, apalagi kalau sekolah umum.

 

Jamaah jum’at Rohimakumulloh...

Maka selamatkan anak kita dengan pendidikan agama.

Namun tentu saja tak cukup hanya dengan pendidikan. Harus kita pahami, bahwa Kita selaku orang tua, pemimpin dalam keluarga, Kita adalah contoh pertama yg menjadi panutan bagi anak2 kita. Maka kalau kita mau anak kita baik, kita harus juga baik. Kalau kita mau anak kita soleh, kita pun harus jadi orang tua yg soleh. Kita mau anak kita sopan santun berakhlak mulia. Maka kita pun harus punya akhlak yg mulia.

Bagaimanapun hebatnya pendidikan agamanya di sekolah, tapi kalau yg dia lihat setiap hari di rumah itu contoh yg tidak baik, maka akan sulit juga dia bisa menjadi baik.

 

Mudah2n Alloh swt senantiasa pelihara iman kita, perbaiki pemahaman agama kita, dan menolong kita dalam membesarkan dan mendidik anak-anak kita. Sehingga mereka menjadi generasi yang beriman dan bertaqwa.

Amin Ya Rabbal alamiin...

LINK DOWNLOAD PDF : Pentingnya Pendidikan Agama

Link Youtube


BAYARLAH ZAKAT