Jumat, 20 Juni 2025

PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA

 


Oleh : Azirwan Mustaqim, ST

Jamaah jum’at Rohimakumulloh...

Sekarang ini kita hidup di era Globalisasi, zamannya teknologi, semuanya serba canggih, apapun informasi bisa dicari. Semuanya ada di ujung jari. Apa yg terjadi saat ini di benua Eropa sana, atau dibelahan bumi mana saja, kita yg ada di sini bisa langsung tahu.

Kecanggihan teknologi informasi yang luar biasa ini di satu sisi bisa mendatangkan kebaikan, tapi di sisi lain juga bisa mendatangkan keburukan. Terutama bagi anak cucu generasi kita yang akan datang. Bayangkan semua informasi yg tak terbatas itu bisa sampai ke telinganya, dilihat oleh matanya, dibacanya, lalu masuk ke dalam otaknya.

Kalau informasi yg sampai itu yg positif, yg baik, Alhamdulillah. Kalau yg ia baca berita2 islam. Yg ia lihat ceramah2 agama, yg ia follow akun2 islam, tokoh2 agama, dipakai untuk belajar, atau hal2 positif lainnya utk perkembangan bakatnya.

Tapi kalau ternyata yg sampai kepada anak2 kita itu lebih banyak yg negatifnya, lebih banyak yg buruknya saja, maka itu pun akan masuk ke otaknya, akan mempengaruhi pikiran dan tingkah lakunya.

Bagaimana kalau yg ia baca itu adalah tulisan2, ceramah, pemikiran orang2 sekuler, yang memisahkan agama dg kehidupan dunia, beragama itu hanya ketika dalam masjid saja, agama hanya ritual, ketika beribadah dalam masjid menutup aurat, jadi orang baik. Begitu keluar masjid buka aurat lagi, pulang haji umroh masuk ke kantor korupsi lagi.

Bagaimana kalau yg jadi idola anak-anak kita itu tokoh liberal, yg menyatakan bahwa ternyata semua agama ini sama, semuanya benar, boleh beribadah bersama-sama dalam suatu tempat. Dengan dalih TOLERANSI.

Atau Bagaimana kalau yg ia dengarkan adalah ajaran2 sesat, sholat tak perlu lagi, puasa tak perlu, kalau sudah berbaiat kpd guru. Laki-laki perempuan saling melihat aurat dan bersentuhan tidak apa-apa kalau sudah satu majelis, satu pengajian, satu guru. Aliran sesat.

Bagaimana pula kalau ternyata yg ia lihat itu adalah konten2 porno yg akan merusak mental dan otaknya, bagaimana kalau ternyata dia ikut Judi Online yg banyak menyamar sbg game.

Kalau zaman dulu orang main judi di semak2, di sudut2 kampung, di tempat sepi. Malu dia kalau dilihat orang, masih bisa kita tegur, masih bisa dibubarkan polisi atau ditangkap.

Tapi hari ini, di zaman ini, orang main judi di dalam kamarnya masing2, di rumahnya masing2. Bebas Tanpa takut diketahui orang lain, tanpa rasa malu kepada orang lain. Bahkan bukan hanya anak2 muda, bapak2 sampai ibu2 dan nenek2 pun di zaman ini ikut juga main judi. Nauzubillah...

Belum lagi bagaimana maraknya pergaulan bebas di kalangan generasi muda, maraknya Narkoba yg akan merusak masa depan mereka.

Begitulah luar biasanya keadaan hari ini yg harus kita hadapi, dan itu masih ketika di zaman kita hidup, lalu bagaimana kira2 nanti di zaman anak cucu kita. Bagaimana 10 tahun, 20 atau 30 tahun yg akan datang. Bagaimana lagi kira2 tantangan yg akan dihadapi oleh anak2 cucu kita nanti.

 

Maka tak ada lain yg bisa menyelamatkan mereka, yg akan menuntun mereka dalam menjalani kehidupan di masa yg akan datang, kecuali dg bekal iman yg kuat dan ilmu agama yg cukup.

Kalau bukan kita selaku orang tua yg memikirkan ini lalu siapa lagi, itulah sebabnya Alloh berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارً

“Wahai orang beriman jagalah dirimu, dan keluargamu dari api neraka”

Tugas orang tua, terutama kepala keluarga bukan hanya mencukupkan nafkah keluarganya, tapi yg lebih besar lagi adalah menjaga iman mereka, supaya selamat dari neraka.

Karena anak, istri, keluarga itu adalah amanah.  

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya”

Seorang suami, kepala keluarga. Akan ditanya tentang istri dan anak-anaknya.

 

Jamaah jum’at Rohimakumulloh...

Maka salah satu cara terbaik untuk menyelamatkan anak-anak kita di tengah zaman yg edan ini adalah dengan membekali mereka pendidikan agama sejak dini, masukkan mereka ke sekolah2 agama,

Mulai dari TK nya TK islam, SD islam, kalaupun SD Negri tak apa2 , tapi tambahkan lagi dg MDA siangnya, antarkan ke guru ngaji malamnya. Karena di usia itu lah mulai dibangun pondasi agamanya. Tamat SD yg paling bagus lanjutkan  ke Pondok Pesantren, pelajaran agamanya lebih banyak, dia akan fokus belajar karena tinggal di asrama, tak bisa dia main HP, selamat dari pergaulan bebas. Tapi pesantren rata-rata mahal biayanya. Kalau masih bisa dipaksa-paksakan, kalau masih bisa dicukup2kan, kalaupun kita selaku orang tua harus menahan2 selera, mengurang2i hobi, menekan pengeluaran, demi bisa memasukkan anak ke pondok pesantren, maka lakukanlah. Demi keselamatan masa depan anak kita. Anggaplah itu semua sebagai INVESTASI Akhirat kita, jangan anggap itu sbg beban. Tapi itu adalah tabungan akhirat, tabungan pahala.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Kalau manusia mati, maka putuslah amalnya, kecuali tiga: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya” (HR. Muslim no. 1631).

Salah satu dari amal yang tak terputus itu adalah anak yang soleh.

Ketika jasad terbujur kaku tak bernyawa, di saat badan hanyalah sebujur bangkai tak berharga, di saat tiada siapapun yang bisa menolong, maka yang bisa diharapkan adalah anak yang kita tinggalkan.   

Kalau dulu dia kita didik dengan pendidikan yang baik, kita bekali dengan agama yang baik, maka dia yang akan memandikan kita, dia akan ikut menyolatkan, bahkan menjadi imamnya, dia yang akan meletakkan kita dalam liang lahat, dia yg akan membacakan yasin, tahtim, dan tahlil. Di setiap sholatnya dia akan selalu berdo’a,

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Maka mengalirlah pahala seperti air yang sejuk membasahi tenggorokan yang kering.   

Setiap kali dia membaca Alqur’an, berzikir, sholat sunnat, bersedekah, dan setiap kali dia berbuat amal soleh, maka semua pahala itu otomatis juga akan mengalir kepada kedua orang tuanya, meskipun tanpa dia niatkan akan mengalirlah itu sebagai pahala di alam barzah sementara kiamat tiba.

Begitulah kalau yg kita tinggalkan anak yg soleh. 

Dari mana datangnya anak yg soleh? Pendidikan agama.

Maka kalau masih bisa disakit2an demi anak bisa masuk pondok pesantren, lakukanlah.

Tapi kalaupun memang tak sanggup, memang sulit tak mungkin, maka masukkanlah dia ke Madrasah. Madrasah Tsanawiyah, Aliyah. Karena Pelajaran agamanya lebih banyak dari sekolah umum. Ada belajar Fiqih, bahasa arab, akidah akhlaq, sejarah islam. Alqur’an Hadits.  

Kita tidak sedang merendahkan sekolah umum, tapi kenyataannya hari ini, pelajaran agama di sekolah umum itu hanya 3 jam dalam sepekan. Disitulah mau dipelajari semuanya. Berapalah yg dapat anak-anak itu.

Lalu mungkin ada pula yg akan berkomentar, anak-anak yg sekolah agama itu nakal-nakal juga tingkah lakunya. Ya kalau masalah nakal semua sekolah pasti ada, bahkan Ponpes pun ada. Jangan itu yg kita ambil contoh, lihatlah yg baiknya, pasti lebih banyak yg baiknya. Lagipun kalau mau dibalik logika berpikir seperti itu, maka sedangkan yg sudah sekolah agama saja tetap juga bisa nakal, apalagi kalau sekolah umum.

 

Jamaah jum’at Rohimakumulloh...

Maka selamatkan anak kita dengan pendidikan agama.

Namun tentu saja tak cukup hanya dengan pendidikan. Harus kita pahami, bahwa Kita selaku orang tua, pemimpin dalam keluarga, Kita adalah contoh pertama yg menjadi panutan bagi anak2 kita. Maka kalau kita mau anak kita baik, kita harus juga baik. Kalau kita mau anak kita soleh, kita pun harus jadi orang tua yg soleh. Kita mau anak kita sopan santun berakhlak mulia. Maka kita pun harus punya akhlak yg mulia.

Bagaimanapun hebatnya pendidikan agamanya di sekolah, tapi kalau yg dia lihat setiap hari di rumah itu contoh yg tidak baik, maka akan sulit juga dia bisa menjadi baik.

 

Mudah2n Alloh swt senantiasa pelihara iman kita, perbaiki pemahaman agama kita, dan menolong kita dalam membesarkan dan mendidik anak-anak kita. Sehingga mereka menjadi generasi yang beriman dan bertaqwa.

Amin Ya Rabbal alamiin...

LINK DOWNLOAD PDF : Pentingnya Pendidikan Agama

Link Youtube


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN SIA-SIAKAN RAMADHAN