Jumat, 27 Juni 2025

RENUNGAN AWAL TAHUN BARU ISLAM 1447 H

 

Oleh : Azirwan Mustaqim, ST

Hadirin Jama’ah Juma’at yang dimuliakan Allah swt...

Salah satu nikmat terbesar setelah nikmat iman adalah nikmat waktu. Tapi Kesibukan dunia telah melalaikan banyak manusia sehingga tidak sadar bahwa waktu terus berjalan, hari berganti pekan, pekan berganti bulan dan bulanpun berganti tahun. dan hari ini kita telah berada pada hari pertama bulan Muharram tahun baru 1447 H. Begitulah cepatnya waktu berputar.

Namun dlm perputaran waktu ini Pernah kah kita berpikir, Kenapa Alloh swt masih membiarkan kita hidup sampai hari ini? Pernahkah kita merenung, apa tujuan Alloh masih membiarkan kita berjalan di atas muka bumi ini? Sementara banyak orang yg sudah pergi meninggalkan dunia ini. Banyak orang2 yg kita kenal, sahabat sebaya, keluarga handai taulan kita yg sudah pergi meninggalkan dunia ini.

Sementara kita masih ada disini, pernahkah kita berpikir dan bertanya dlm hati? Apa yg diinginkan Alloh dari kita?

Maka jawabannya disebutkan Alloh dalam Alqur’an surat Al Mulk:

الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ

“Dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa yang paling baik amalnya.

 

Jadi Alloh masih menghidupkan kita sampai hari ini, sampai detik ini adalah utk menguji, apakah kita beramal soleh atau tidak. Apakah kita beriman atau tidak.

Allah tak lihat siapa yang paling kaya di antara kita, Allah tak menilai siapa yang paling tinggi jabatannya diantara kita, Allah swt tidak meletakkan kemuliaan siapa yg paling panjang gelarnya di antara kita.

Tapi yg Alloh liat siapa yg paling beriman dan paling baik amalnya.

Oleh karena itu kalau Allah sampaikan usia kita pada hari ini, bulan yang mulia ini, maka kita bersyukur kepada Alloh, kita buktikan kepada Allah dengan amal terbaik yg bisa kita lakukan.

Apa amal terbaik di bulan Muahrram ini? dalam hadits riwayat Imam Muslim Nabi Bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ الله الْمُحَرَّمِ

“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR. Muslim)

 

Maka perbanyak puasa sunnat terutama pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Kalau bisa puasa 3 hari itulah yg paling utama, kalau tak bisa maka puasalah tgl 9 dan 10. Kalau tak bisa juga maka puasalah tgl 10 saja. 1 hari pun tak dapat, maka sungguh termasuk orang2 yg sangat merugi. 

Karena betapa banyak orang2 di alam kubur sana yg sangat ingin kembali kedunia ini untuk beramal soleh, ingin beribadah tapi mereka tak lagi bisa. apa kata mereka?

رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا

 اِنَّا مُوْقِنُوْنَ

Ya Tuhan kami, kami telah melihat (hari Kiamat yang kami ingkari) dan mendengar (dari-Mu kebenaran ucapan rasul-rasul-Mu). Maka, kembalikanlah kami , niscaya kami akan beramal saleh. Sesungguhnya kami (sekarang) adalah orang-orang yang yakin. (QS. Sajadah 12)

 

Banyak orang2 yg saat ini di alam kubur sana mereka hanya bisa meyesali segala perbuatannya selama hidup di dunia, mau beramal tapi tak bisa lagi. sementara kita masih diizinkan Alloh berjalan di atas muka bumi ini, masih diberi hidup oleh Alloh, masih diberi kesempatan dan sehat oleh Allah. Maka jangan sia-siakan. Jangan tunggu sampai tiba giliran kita baru kita juga ikut menyesal, 

Jangan tunggu sampai saatnya tak bisa lagi beramal baru kita ingin beramal, ketika sudah sakit baru ingin ke masjid, ketika sudah sekarat baru mau taubat, maka hanya penyesalanlah yg akan ada.

Ketika sampai masanya, dicabut nyawa oleh malaikat, maka ruh pun berpisah dari jasad. Datanglah sahabat, kerabat untuk melayat, lalu bersiap mengantarkan kita masuk ke liang lahat. Maka ketika itu kata Nabi,

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ

 “Yg akan mengantarkan mayat sampai ke kubur ada 3”.

Yg pertama adalah أَهْلُهُ Keluarganya. Istri, Anak, menantu, cucu, sanak saudara, teman dan tetangga, semua ikut mengiringi mengantarkan kita.

Kemudian yg kedua yg akan mengantarkan ke kubur yaitu: مَالُهُ hartanya.

فَيَرْجِعُ اثْنَانِ

Tapi yang 2 ini akan kembali pulang. keluarga akan kembali pulang. Secinta cintanya istri kepada suami, suami kepada istri, sesayang2 sayangnya orang tua kepada anak, anak kepada orang tua, tetap tak ada yg akan ikut masuk menemaninya di dlm liang lahat itu. Maka keluarga akan pulang kembali ke rumahnya masing-masing.

Harta pun akan kembali, sebanyak apapun emas nya, saldo rekeningnya, surat tanah, BPKB, pakaian indah dan mahalnya, satupun tak ada yg dibawa, kecuali hanya 3 helai kain putih tak berjahit. Maka semua akan kembali.

وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ

“namun ada Satu yg akan  tetap bersamanya”..

Di dalam sempitnya liang kubur itu, dalam gelapnya liang lahat itu ada satu yang akan tetap menemani. Yaitu عَمَلُهُ Amalnya.

Dalam hadits shahih riwayat Imam Ahmad, haditsnya panjang bercerita tentang bagaimana keadaan orang di dalam kubur. Ternyata nanti amal kita itu akan datang dalam sosok seorang laki-laki berwajah tampan, berpakaian bagus, harum semerbak, lalu mengatakan, “Bergembiralah engkau, inilah hari yg telah dijanjikan kepadamu, Aku adalah amal2 shalih mu dulu ketika di dunia, aku datang untuk menemanimu sampai hari kiamat tiba”.

Itu kalau orang yg shalih banyak kebaikannya. Tapi bagi orang yang jahat, banyak keburukannya. yang datang itu seorang laki-laki berwajah buruk, berpakaian jelek, berbau busuk dan menjijikkan. Dia pun akan berkata “Celakalah engkau, inilah hari yang telah dijanjikan kepadamu, akulah amal2 buruk, dosa2 dan maksiat mu dulu ketika di dunia, aku datang untuk menemanimu sampai kiamat tiba”.

Maka ketika itu orang akan berharap bisa pulang lagi kedunia untuk beramal. Allah sebutkan dalam surat Mukminun ayat 99-100

حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ

hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia)

لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ

Agar aku dapat mengerjakan amal2 saleh yang dulu aku tinggalkan

Disitulah manusia itu baru tersadar, bahwa ternyata apa yg dia cari, apa yg dia kumpulkan mati-matian selama ini ternyata hanya akan tinggal, sementara amal soleh yg dia tinggalkan selama ini itulah yg akan menemani.

Maka Jangan sampai karena alasan mencari nafkah, mengumpulkan harta, sholat sampai tinggal, jangan sampai karena anak istri, ibadah dilalaikan. Selagi masih bisa beramal, beramallah sebanyak2nya. Selagi masih sehat bisa puasa sunnat, puasalah sebanyak2nya. Selagi masih bisa sholat berjama’ah ke masjid, maka datanglah. Selagi masih mampu sholat sunnat qobliyah ba’diyah, tahajjud dan dhuha, maka kerjakanlah. Selagi masih bisa melihat huruf Alqur’an maka bacalah.

Selagi masih bisa membantu orang lain, masih bisa bersedekah, sedekahlah. Jangan lagi kita tunda-tunda. Dunia ini kalau kita perturutkan tak akan pernah ada habisnya, tak akan pernah ada cukupnya. Maka beramal itu harus kita paksa2kan, harus kita sempat2kan,

 Jama’ah Jum’at yg dimuliakan Allah...

Di hari dan bulan yang mulia ini, mari kita gunakan sejenak untuk merenung, Waqfah Ma‘annafsih” (sejenak bersama jiwa).   Tafakkaru Sa’ah” (berpikir sejenak), berpikir menggunakan akal yang diberikan Allah swt, berpikir tentang nikmat2 Allah, berpikir tentang dosa2 yang telah dilakukan, berpikir tentang tujuan hidup, berpikir bagaimana kita akan melewati sakitnya sakratul maut, berpikir bagaimanakah nasib kita nanti di alam kubur, berpikir bagaimana kita akan selamat di padang mahsyar dan berpikir dimanakah tempat terakhir kita akan tinggal.

 

Ingat..!!! ketika Tahun berganti usia kita bertambah, tapi jatah umur makin berkurang. Maka semakin dekat pula kepada ajal.

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, tak dapat ditunda  sesaat pun dan tak dapat (pula) dimajukan walau sesaatpun. (QS. Al-A’raf 34)

 Maka ingatlah pesan dari Sayyidina Umar ibn Khottob ra.

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا

“Hisablah dirimu sebelum kamu di hisab”

Hitung2 amalmu, timbang2 dosamu, ingat2 perbuatanmu, apakah selama ini lebih banyak berbuat dosa atau ibadah? Apakah lebih banyak taat atau maksiat? Apakah lebih banyak bermanfaat atau berbuat jahat? Hisablah dirimu sebelum Alloh yang menghisabnya.

Jadikan momen pergantian tahun ini sebagai momen untuk memperbaiki diri. Tahun Baru Hijriyah berarti juga semangat baru, harapan baru.

Mudah2an tahun 1447H ini akan lebih baik dari tahun yg lalu. Lebih baik amalnya, lebih baik ibadahnya lebih baik rezekinya dan kita selamat dari ujian hidup yg Alloh berikan.

Amin ya Robbal’alamiin...

LINK DOWNLOAD PDF : Renungan Tahun Baru Islam 1447 H

Jumat, 20 Juni 2025

PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA

 


Oleh : Azirwan Mustaqim, ST

Jamaah jum’at Rohimakumulloh...

Sekarang ini kita hidup di era Globalisasi, zamannya teknologi, semuanya serba canggih, apapun informasi bisa dicari. Semuanya ada di ujung jari. Apa yg terjadi saat ini di benua Eropa sana, atau dibelahan bumi mana saja, kita yg ada di sini bisa langsung tahu.

Kecanggihan teknologi informasi yang luar biasa ini di satu sisi bisa mendatangkan kebaikan, tapi di sisi lain juga bisa mendatangkan keburukan. Terutama bagi anak cucu generasi kita yang akan datang. Bayangkan semua informasi yg tak terbatas itu bisa sampai ke telinganya, dilihat oleh matanya, dibacanya, lalu masuk ke dalam otaknya.

Kalau informasi yg sampai itu yg positif, yg baik, Alhamdulillah. Kalau yg ia baca berita2 islam. Yg ia lihat ceramah2 agama, yg ia follow akun2 islam, tokoh2 agama, dipakai untuk belajar, atau hal2 positif lainnya utk perkembangan bakatnya.

Tapi kalau ternyata yg sampai kepada anak2 kita itu lebih banyak yg negatifnya, lebih banyak yg buruknya saja, maka itu pun akan masuk ke otaknya, akan mempengaruhi pikiran dan tingkah lakunya.

Bagaimana kalau yg ia baca itu adalah tulisan2, ceramah, pemikiran orang2 sekuler, yang memisahkan agama dg kehidupan dunia, beragama itu hanya ketika dalam masjid saja, agama hanya ritual, ketika beribadah dalam masjid menutup aurat, jadi orang baik. Begitu keluar masjid buka aurat lagi, pulang haji umroh masuk ke kantor korupsi lagi.

Bagaimana kalau yg jadi idola anak-anak kita itu tokoh liberal, yg menyatakan bahwa ternyata semua agama ini sama, semuanya benar, boleh beribadah bersama-sama dalam suatu tempat. Dengan dalih TOLERANSI.

Atau Bagaimana kalau yg ia dengarkan adalah ajaran2 sesat, sholat tak perlu lagi, puasa tak perlu, kalau sudah berbaiat kpd guru. Laki-laki perempuan saling melihat aurat dan bersentuhan tidak apa-apa kalau sudah satu majelis, satu pengajian, satu guru. Aliran sesat.

Bagaimana pula kalau ternyata yg ia lihat itu adalah konten2 porno yg akan merusak mental dan otaknya, bagaimana kalau ternyata dia ikut Judi Online yg banyak menyamar sbg game.

Kalau zaman dulu orang main judi di semak2, di sudut2 kampung, di tempat sepi. Malu dia kalau dilihat orang, masih bisa kita tegur, masih bisa dibubarkan polisi atau ditangkap.

Tapi hari ini, di zaman ini, orang main judi di dalam kamarnya masing2, di rumahnya masing2. Bebas Tanpa takut diketahui orang lain, tanpa rasa malu kepada orang lain. Bahkan bukan hanya anak2 muda, bapak2 sampai ibu2 dan nenek2 pun di zaman ini ikut juga main judi. Nauzubillah...

Belum lagi bagaimana maraknya pergaulan bebas di kalangan generasi muda, maraknya Narkoba yg akan merusak masa depan mereka.

Begitulah luar biasanya keadaan hari ini yg harus kita hadapi, dan itu masih ketika di zaman kita hidup, lalu bagaimana kira2 nanti di zaman anak cucu kita. Bagaimana 10 tahun, 20 atau 30 tahun yg akan datang. Bagaimana lagi kira2 tantangan yg akan dihadapi oleh anak2 cucu kita nanti.

 

Maka tak ada lain yg bisa menyelamatkan mereka, yg akan menuntun mereka dalam menjalani kehidupan di masa yg akan datang, kecuali dg bekal iman yg kuat dan ilmu agama yg cukup.

Kalau bukan kita selaku orang tua yg memikirkan ini lalu siapa lagi, itulah sebabnya Alloh berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارً

“Wahai orang beriman jagalah dirimu, dan keluargamu dari api neraka”

Tugas orang tua, terutama kepala keluarga bukan hanya mencukupkan nafkah keluarganya, tapi yg lebih besar lagi adalah menjaga iman mereka, supaya selamat dari neraka.

Karena anak, istri, keluarga itu adalah amanah.  

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya”

Seorang suami, kepala keluarga. Akan ditanya tentang istri dan anak-anaknya.

 

Jamaah jum’at Rohimakumulloh...

Maka salah satu cara terbaik untuk menyelamatkan anak-anak kita di tengah zaman yg edan ini adalah dengan membekali mereka pendidikan agama sejak dini, masukkan mereka ke sekolah2 agama,

Mulai dari TK nya TK islam, SD islam, kalaupun SD Negri tak apa2 , tapi tambahkan lagi dg MDA siangnya, antarkan ke guru ngaji malamnya. Karena di usia itu lah mulai dibangun pondasi agamanya. Tamat SD yg paling bagus lanjutkan  ke Pondok Pesantren, pelajaran agamanya lebih banyak, dia akan fokus belajar karena tinggal di asrama, tak bisa dia main HP, selamat dari pergaulan bebas. Tapi pesantren rata-rata mahal biayanya. Kalau masih bisa dipaksa-paksakan, kalau masih bisa dicukup2kan, kalaupun kita selaku orang tua harus menahan2 selera, mengurang2i hobi, menekan pengeluaran, demi bisa memasukkan anak ke pondok pesantren, maka lakukanlah. Demi keselamatan masa depan anak kita. Anggaplah itu semua sebagai INVESTASI Akhirat kita, jangan anggap itu sbg beban. Tapi itu adalah tabungan akhirat, tabungan pahala.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Kalau manusia mati, maka putuslah amalnya, kecuali tiga: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya” (HR. Muslim no. 1631).

Salah satu dari amal yang tak terputus itu adalah anak yang soleh.

Ketika jasad terbujur kaku tak bernyawa, di saat badan hanyalah sebujur bangkai tak berharga, di saat tiada siapapun yang bisa menolong, maka yang bisa diharapkan adalah anak yang kita tinggalkan.   

Kalau dulu dia kita didik dengan pendidikan yang baik, kita bekali dengan agama yang baik, maka dia yang akan memandikan kita, dia akan ikut menyolatkan, bahkan menjadi imamnya, dia yang akan meletakkan kita dalam liang lahat, dia yg akan membacakan yasin, tahtim, dan tahlil. Di setiap sholatnya dia akan selalu berdo’a,

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Maka mengalirlah pahala seperti air yang sejuk membasahi tenggorokan yang kering.   

Setiap kali dia membaca Alqur’an, berzikir, sholat sunnat, bersedekah, dan setiap kali dia berbuat amal soleh, maka semua pahala itu otomatis juga akan mengalir kepada kedua orang tuanya, meskipun tanpa dia niatkan akan mengalirlah itu sebagai pahala di alam barzah sementara kiamat tiba.

Begitulah kalau yg kita tinggalkan anak yg soleh. 

Dari mana datangnya anak yg soleh? Pendidikan agama.

Maka kalau masih bisa disakit2an demi anak bisa masuk pondok pesantren, lakukanlah.

Tapi kalaupun memang tak sanggup, memang sulit tak mungkin, maka masukkanlah dia ke Madrasah. Madrasah Tsanawiyah, Aliyah. Karena Pelajaran agamanya lebih banyak dari sekolah umum. Ada belajar Fiqih, bahasa arab, akidah akhlaq, sejarah islam. Alqur’an Hadits.  

Kita tidak sedang merendahkan sekolah umum, tapi kenyataannya hari ini, pelajaran agama di sekolah umum itu hanya 3 jam dalam sepekan. Disitulah mau dipelajari semuanya. Berapalah yg dapat anak-anak itu.

Lalu mungkin ada pula yg akan berkomentar, anak-anak yg sekolah agama itu nakal-nakal juga tingkah lakunya. Ya kalau masalah nakal semua sekolah pasti ada, bahkan Ponpes pun ada. Jangan itu yg kita ambil contoh, lihatlah yg baiknya, pasti lebih banyak yg baiknya. Lagipun kalau mau dibalik logika berpikir seperti itu, maka sedangkan yg sudah sekolah agama saja tetap juga bisa nakal, apalagi kalau sekolah umum.

 

Jamaah jum’at Rohimakumulloh...

Maka selamatkan anak kita dengan pendidikan agama.

Namun tentu saja tak cukup hanya dengan pendidikan. Harus kita pahami, bahwa Kita selaku orang tua, pemimpin dalam keluarga, Kita adalah contoh pertama yg menjadi panutan bagi anak2 kita. Maka kalau kita mau anak kita baik, kita harus juga baik. Kalau kita mau anak kita soleh, kita pun harus jadi orang tua yg soleh. Kita mau anak kita sopan santun berakhlak mulia. Maka kita pun harus punya akhlak yg mulia.

Bagaimanapun hebatnya pendidikan agamanya di sekolah, tapi kalau yg dia lihat setiap hari di rumah itu contoh yg tidak baik, maka akan sulit juga dia bisa menjadi baik.

 

Mudah2n Alloh swt senantiasa pelihara iman kita, perbaiki pemahaman agama kita, dan menolong kita dalam membesarkan dan mendidik anak-anak kita. Sehingga mereka menjadi generasi yang beriman dan bertaqwa.

Amin Ya Rabbal alamiin...

LINK DOWNLOAD PDF : Pentingnya Pendidikan Agama

Link Youtube


Sabtu, 17 Mei 2025

3 ALASAN KENAPA HARUS BERQURBAN

 


Oleh : Azirwan Mustaqim

Kaum muslimin jamaah jum’at yg dimuliakan Allah...

Hari ini kita sampai pada hari bertemunya dua kemuliaan, kemuliaan hari Jum’at sebagai sayyidul ayyam, dan kemuliaan bulan Zulqaidah, salah satu dari 4 bulan Harom.

 مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ diantara bulan2 itu ada 4 bulan mulia.

ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ   3 bulan berurutan Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram. Dan Satu lagi terpisah yaitu bulan Rajab.

dan hari ini kita telah memasuki hari yg ke 18 dari bulan Dzulqaidah yg mulia itu. Allah swt masih beri kita nikmat hidup, badan yg sehat, dan Istiqomah dalam iman dan Islam. Untuk itu kita bersyukur dengan ucapan الحمد لله رب العلمين

dan bersholawat kepada Baginda Nabi Allohumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad...

Jamaah jum’at Rohimakumulloh...

Lebih kurang 3 pekan lagi kita akan merayakan salah satu hari besar Islam, yakni Hari Raya Idul Adha atau juga kita sebut Hari Raya Qurban. Karena pada hari itu disyari’atkannya ibadah qurban. Bagi jamaah yang sudah mendaftar ikut qurban tahun ini Alhamdulillah, bagi yang belum ada niat, atau yang masih ragu dan bimbang, maka Pada kesempatan yg singkat ini khatib akan sampaikan beberapa alasan kenapa kita mesti berqurban, mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bagi kita.

Alasan Yang Pertama, kenapa kita mesti berqurban adalah : Karena qurban Merupakan Bukti Syukur Kepada Alloh swt.

Dalam Surat yg paling pendek dalam Alqur’an Alloh Berfirman:   

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

“Sungguh Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.”   Berapa banyaknya?

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا

“Jika kamu hendak menghitung banyaknya nikmat Alloh itu, maka kamu pasti tidak akan pernah sanggup menghitungnya”

 

dalam Ayat lain Alloh jelaskan lagi:

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّهِ

Kenikmatan apa saja yang kamu rasakan, semuanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. An-Nahl[16]: 53)

Allah beri kita Rezki yang lancar, harta yang banyak, badan yang sehat, anak, istri, keluarga yang bahagia, tempat tinggal yang nyaman, hati yang tenang, segala urusan yang Allah mudahkan, iman yang masih istiqomah dalam islam. Itu semua nikmat2 Allah yang wajib kita syukuri.

Bagaimana cara kita mensyukurinya? lanjutan ayat yg pertama tadi:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah

 

Sholat dan berqurban cara untuk bersyukur kepada Allah, Sholat sebagai perwakilan dari amal badan, dan berqurban perwakilan dari amal harta.

Maka disini perlu kita pahami, bahwa qurban itu bukan hanya sekali seumur hidup, atau bukan hanya 1 ekor sapi seumur hidup, tapi selama nikmat2 Allah itu kita terima dan selama kita mampu, maka teruslah berqurban setiap tahunnya. Jangan kita bandingkan qurban kita dg tetangga yg baru hanya sekali dia berqurban, atau kita bandingkan dg kawan yg justru belum pernah sama sekali. Tapi lihatlah bagaimana Nabi junjungan kita yg mulia dalam berqurban, berapa qurban beliau? Ketika haji wada’ thn ke 10 H, beliau berqurban 100 ekor unta sendiri tanpa berkongsi.

Beliau adalah manusia yang paling pandai bersyukur kepada Allah, dengan qurbannya, dan dengan sholatnya. Bagaimana sholatnya? Beliau sholat malam sampai kakinya bengkak, ketika ditanya oleh Aisyah, beliau jawab:

أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا

“bukankah aku semestinya menjadi hamba yang bersyukur” 

Tentunya kita takkan bisa seperti Nabi, maka paling tidak, jangan pernah merasa sudah paling hebat qurban kita karena setiap tahun kita ikut, atau sudah beberapa kali ikut, lalu tak mau lagi karena merasa sudah cukup. Kecuali kalau memang tidak mampu itu lain cerita.

 

Selanjutnya Alasan Yang Kedua kenapa mesti berqurban:

Qurban Merupakan Bukti iman dan Cinta kepada Allah.

Lewat ibadah Qurban kita menunjukkan bahwa kita patuh dan taat dalam melaksanakan perintah Allah, itulah bukti iman, Sebagaimana yg dicontohkan oleh Nabi Ibrahim as.

Demi menjalankan perintah Alloh Nabi Ibrahim sanggup memberikan harta yg paling ia cintai, sanggup mengorbankan apa yg paling ia sayangi, ia rela menyembelih anak kandungnya ismail as.

Padahal sudah begitu lama anak itu dinantikan kehadirannya. Siang malam berdo’a kepada Allah swt:

الصَّالِحِينَ مِنَ لِي هَبْ رَبِّ

“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku seorang anak yang saleh”.

Namun ketika anak itu datang, selagi eratnya berkasih sayang. Nabi Ibrahim diuji oleh Alloh: sanggupkah dia mengalahkan rasa cintanya kepada anak demi cintanya kepada Alloh? Sanggupkah ia mengorbankan apa yg paling ia cintai demi ketaatannya kepada Alloh?

Karena Alloh berfirman :

لَن تَنَلُ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُو مِمَّا تُحِبُّونَ

Kamu tidak akan mendapat kebaikan sampai kamu bisa berikan apa yang paling kau cintai

Dan Nabi ibrahim lulus dengan ujian itu. Maka Begitu pula dengan kita hari ini. Apakah kita juga lulus dengan ujian Alloh ini atau tidak?

Apakah kita bisa mengalahkan kecintaan kita kepada harta dengan Cinta kita kepada Alloh? Apakah kita bisa melawan nafsu cinta dunia demi patuh pada perintah Alloh? Demi cinta kita kepada Allah.

 

Selanjutnya yg ketiga: Alasan kenapa kita mesti berqurban, Karena Qurban balasan pahalanya sangat besar dari Alloh swt.

Berapa besarnya pahala berqurban? Dalam Hadits riwayat  Ibnu Majah Nabi bersabda  حَسَنَةٌ   بِكُلِّ شَعَرَةٍ

“Pada setiap bulu   hewan qurban terdapat satu pahala.”

Dari Hadits ini Nabi ingin menyampaikan bahwa saking banyaknya pahala bagi orang yang berqurban itu tak terhitung jumlahnya. Seperti tak terhitungnya jumlah bulu hewan qurban. Dan dalam hadits yg lain masih riwayat Ibnu Majah: Nabi saw bersabda:

وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا

sesungguhnya pada hari kiamat hewan qurban itu akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya.

Maknanya apa? Sedangkan kuku, bulu, tanduk nya saja, yg biasanya hanya menjadi sampah, itu akan datang pada hari kiamat menjadi saksi dan memberikan pertolongan bagi orang2 yg berqurban, apalagi dagingnya, tulangnya, hatinya. Tak akan ada yg menjadi sia-sia dari hewan yg diqurbankan itu. Semua dicatat sbg pahala.

Dan ketika hewan qurban itu disembelih, sebelum darahnya menetes ke tanah, maka ridho Alloh sudah terlebih dulu sampai untuk orang yg berqurban. Ampunan Alloh atas dosa2nya telah lebih dulu sampai utk orang2 yg berqurban itu.

 

Jamaah Jum’at Rohimakumulloh...

Yang masih ragu dan bimbang, Hilangkanlah keraguan di hatimu, buang jauh2 pikiran yg menganggap bahwa harta akan berkurang kalau berqurban. Karena Allah subhanahu wa ta’ala berjanji  dalam Alqur’an Surat Saba’ ayat 39:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ 

dan setiap harta yang kamu infakkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.”  (QS. Saba’: 39)

dan Dalam hadits Riwayat  imam Muslim, Nabi juga bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ  

Sedekah tidaklah akan mengurangi harta.

inilah jaminan dari Alloh dan RosulNya, bagi orang2 yang bersedekah dan berinfak di jalan Alloh. Akan Allah berikan ganti yg lebih baik dari apa yg telah mereka sedekahkan itu.

Maka bagi yg sudah terdaftar ikut berqurban tahun ini, Alhamdulillah, mudah2an tetap istiqomah setiap tahunnya, bagi yg belum, padahal dia sudah mampu, maka ingatlah peringatan dari Nabi saw:

     مُصَلاَّنَا يَقْرَبَنَّ فَلا يُضَحِّ فَلَمْ سَعَةً مَنْ وَجَد

Siapa yg punya kelapangan rezki, yg punya kemampuan tetapi tidak mau berqurban, maka jangan mendekati tempat shalat kami.” (HR Ahmad, Ibnu Majah).

Jangan dekati tempat sholat kami / JANGAN IKUT BERHARI RAYA DENGAN KAMI. Kerasnya ancaman Nabi ini, menjadi dasar dalil bagi ulama mazhab Hanafi yang menyatakan bahwa hukum qurban adalah wajib bagi yang mampu. Lalu Apa standar mampu?

Dalam buku-buku fiqih disebutkan Ada 3 syarat: yang pertama, sanggup untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Kedua, sanggup memenuhi kebutuhan orang yg wajib dia nafkahi selama 4 hari mulai tgl 10, 11, 12, 13 Zulhijjah. yg ketiga : sanggup membeli hewan qurban.

Misalnya, Kalau kebutuhan 1 hari untuk 1 keluarga sebesar 1 juta, berarti utk 4 hari = 4 juta, lalu ditambah qurban 3 juta berarti 7 juta.

Maka Kalau dia punya uang 7 juta selama tgl 10, 11, 12, 13, berarti dia sudah termasuk memiliki kemampuan untuk berqurban.

Dan Bagi kita yg ingin tapi belum mampu berqurban tahun ini, mudah-mudahan Allah berikan kelapangan rezki di tahun depan, paling tidak kita berniat dalam hati dan ada usaha utk mewujudkannya. Bisa dengan menabung mulai hari ini, kita cicil untuk bisa ikut berqurban tahun depan.

Dan Selalu pula kita berdo’a kepada Alloh agar Alloh senantiasa memudahkan dan melembutkan hati kita untuk mau ikut berqurban, bersedekah, berinfak dan berwakaf di jalan Alloh swt. Amin...

LINK DOWNLOAD PDF : 3 ALASAN KENAPA HARUS BERQURBAN

VIDEO YOUTUBE

Minggu, 04 Mei 2025

Khutbah Bulan Zulhijjah : 3 Hikmah Ibadah Qurban

 Oleh : Azirwan Mustaqim, ST

Kembali kita bersyukur kepada Allah SWT, sampai pada hari ini dimana bertemunya dua kemuliaan, kemuliaan hari Jum’at sebagai sayyidul ayyam dan kemuliaan bulan Zulhijjah salah satu dari 4 bulan Harom yang dimuliakan Alloh. Yang 10 hari pertamanya merupakan hari-hari terbaik untuk beramal.

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ

Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah) (HR Abu Daud)

 

Dan hari ini kita telah memasuki hari yang ke 3 dari 10 hari yg mulia itu. Allah swt masih beri kita nikmat hidup, badan yang sehat dan Istiqomah dalam iman dan Islam. Untuk itu kita bersyukur dengan ucapan الحمد لله رب العلمين

dan bersholawat kepada Baginda Nabi Allohumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad...

 Jamaah jum’at Rohimakumulloh...

Lebih kurang 7 hari lagi kita akan merayakan salah satu hari besar Islam, yakni Hari Raya Idul Adha atau juga sering kita sebut Hari Raya Qurban, karena pada hari itu ada satu ibadah khusus yang Alloh syari’atkan bagi kita, yakninya ibadah Qurban. Ada banyak sekali hikmah dan keutamaan dari ibadah qurban ini diantaranya:

Yang Pertama: Ibadah Qurban Merupakan Bukti Syukur Kepada Alloh SWT.

Dalam surat yang paling pendek dalam Alqur’an Alloh Berfirman:   

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

“Sungguh Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.”   Berapa banyaknya?

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا

“Jika kamu hendak menghitung banyaknya nikmat Alloh itu, maka kamu pasti tidak akan pernah sanggup menghitungnya”

dalam Ayat lain Alloh jelaskan lagi:

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّهِ

Kenikmatan apa saja yang kamu rasakan, semuanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. An-Nahl[16]: 53)

Lalu bagaimana cara kita mensyukuri semua nikmat Alloh itu? Maka lanjutan ayat yg pertama khotib sampaikan tadi:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah

Alhamdulillah siang ini ringan kaki melangkah, tangan terayun utk datang ke masjid ini, untuk melaksanakan sholat jum’at, salah satu bentuk ungkapan rasa syukur kita kepada Alloh atas nikmat sehat, atas nikmat hidup yang Alloh berikan. Namun belum cukup hanya dengan sholat jumat, tak cukup hanya dengan sholat fardhu, tapi Alloh juga perintahkan kita untuk berqurban, sebagai tanda ungkapan syukur kepadaNya atas segala nikmat yang telah diberikanNya terutama atas nikmat harta yang telah Alloh cukupkan dan Alloh lebihkan.

Maka sampai di tgl 3 Zulhijjah ini Sudahkah kita daftarkan diri kepada panitia? Sudahkah kita sisihkan sebagian harta kita, sebagian dari nikmat Alloh itu untuk melaksanakan ibadah qurban?

Jamaah jum’at Rohimakumulloh...

Hikmah Qurban Yang Kedua:

Qurban Merupakan Bukti Kepatuhan dan Ketaatan kepada Alloh.

Karena qurban akan mengajarkan kita tentang keikhlasan, kepatuhan dan ketaatan dalam menjalankan perintah Alloh SWT Sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim Alaihisalam

Demi menjalankan perintah Alloh Nabi Ibrahim sanggup memberikan harta yang paling ia cintai, sanggup mengorbankan apa yang paling ia sayangi, ia rela menyembelih anak kandungnya Ismail Alaihissalam. seorang anak yang sudah begitu lama dinantikan kehadirannya.

Siang malam berdo’a kepada Allah SWT:

 الصَّالِحِينَ مِنَ لِي هَبْ رَبِّ

“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku seorang anak yang saleh”.

Namun ketika anak itu datang, selagi eratnya berkasih sayang. Nabi Ibrahim diuji oleh Alloh: sanggupkah dia mengalahkan rasa cintanya kepada anak dengan cintanya kepada Alloh? Sanggupkah ia mengorbankan apa yang paling ia cintai demi ketaatannya kepada Alloh?

Karena Alloh berfirman :

لَنْ تَنَلُ الْبِر )kamu tidak akan mendapat kebaikan(

 حَتَّى تُنفِقُو مِمَّا تُحِبُّون

)sampai kau bisa berikan apa yang paling kau cintai(.

Dan Nabi ibrahim lulus dengan ujian itu. Maka Begitu pula dengan kita. Apakah kita juga akan lulus dengan ujian Alloh ini atau tidak?

Apakah kita bisa mengalahkan kecintaan kita kepada harta dengan Cinta kita kepada Alloh? Apakah kita bisa melawan nafsu cinta dunia demi patuh pada perintah Alloh? 

Allah Ta’ala tidak minta anak kita, Allah Ta’ala tak minta jantung hati belaian jiwa kita, karena pasti kita tak akan sanggup memberikannya. Dan Allah tahu itu.

 لاَ يُكَلِّفُ الله نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا

Maka yang diminta Allah hanya apa yang sesuai dengan kemampuan kita, yang diminta Allah hanya sebagian kecil dari nikmat yang telah Allah berikan, sebagai bentuk bukti kepatuhan dan ketaatan kita kepadaNya.   

 Jamaah Jum’at Rohimakumulloh...

Selanjutnya yang ketiga: Ibadah Qurban mempunyai keutamaan dan balasan pahala yang besar dari Alloh SWT.

Berapa besarnya pahala berqurban? Dalam Hadits riwayat  Ibnu Majah Nabi bersabda:

بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ 

“Pada setiap bulunya terdapat satu kebaikan/ pahala.”

Bisa jadi hadits ini bermakna kiasan, ataupun makna yang sesungguhnya. Nabi ingin mengungkapkan betapa besarnya pahala berqurban, karena tak ada kita yang mampu menghitung berapa banyak bulu yang ada pada hewan qurban itu.  Dan dalam hadits yang lain masih riwayat Ibnu Majah: Nabi SAW bersabda:

وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا

sesungguhnya pada hari kiamat hewan qurban itu akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya.

Menjadi saksi dan memberikan pertolongan bagi orang-orang yang berqurban.

Dan ketika hewan qurban itu disembelih, sebelum darahnya menetes ke tanah, maka ridho Alloh sudah terlebih dulu sampai untuk orang yang berqurban. Ampunan Alloh atas dosa-dosanya telah lebih dulu sampai untuk orang-orang yang berqurban itu.

Maka berbahagialah orang-orang yang sudah ikut berqurban tahun ini, dan merugilah orang-orang yang masih menunda untuk berqurban, Karena tak ada yang bisa menjamin apakah kita masih akan hidup tahun depan dan bertemu lagi dengan Idul Adha.

Kalau tahun ini kita mampu berqurban tapi kita tunda, dan ternyata idul Adha tahun depan umur kita tidak sampai, maka sungguh penyesalan tiada berguna yang akan kita rasakan. seperti orang-orang yang diceritakan Alloh dalam Alqur’an:

فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ

Apa kata mereka yang menyesal itu?

“Ya Rabb-ku, andai Engkau tangguhkan kematian ku, andai engkau hidupkan aku kembali walau sesaat,  walau sebentar saja

 فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

maka aku akan bersedekah dan  melakukan amal saleh”

Tapi saat itu sudah terlambat, hanyalah penyesalan yg tiada bermakna.  

Maka Hilangkanlah keraguan di hati kita, buang jauh-jauh pikiran yang menganggap bahwa harta akan berkurang kalau kita berqurban. Karena Allah subhanahu wa ta’ala berjanji  dalam Alqur’an:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ 

dan setiap harta yang kamu infakkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

 

dan Dalam hadits Riwayat  Muslim, Nabi juga bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ  

Sedekah tidaklah mengurangi harta.

inilah jaminan dari Alloh dan RosulNya, bagi orang2 yang bersedekah dan berinfak di jalan Alloh akan diberikan ganti yg lebih baik dari apa yg telah mereka sedekahkan itu.

Maka bagi kita yg sudah terdaftar ikut berqurban tahun ini, Alhamdulillah, mudah-mudahan tetap istiqomah setiap tahunnya, bagi yang belum, padahal dia sudah mampu, maka ingatlah peringatan dari Nabi saw:

     مُصَلاَّنَا يَقْرَبَنَّ فَلا يُضَحِّ فَلَمْ سَعَةً مَنْ وَجَد

Siapa yg punya kelapangan rezki, yg punya kemampuan tetapi tidak berqurban, maka jangan mendekati tempat shalat kami.” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Keras dan tegas ancaman dari Nabi.

Dan bagi kita yang ingin tapi belum mampu berqurban tahun ini, maka paling tidak kita berniat dalam hati, dan bersungguh-sungguh dengab niat itu, ada usaha kita untuk mewujudkannya. Bisa dengan menabung mulai hari ini, sedikit demi sedikit dari penghasilan kita tabung agar bisa ikut berqurban tahun depan.

Dan juga tak lupa selalu kita berdo’a kepada Alloh agar Alloh senantiasa memudahkan dan melembutkan hati kita untuk mau ikut berqurban, bersedekah, berinfak dan berwakaf di jalan Alloh swt. Amin...


BAYARLAH ZAKAT