Kamis, 19 Februari 2026

JANGAN SIA-SIAKAN RAMADHAN

 

Oleh : Azirwan Mustaqim, ST

Kaum muslimin jamaah Jumat Rahimakumulloh.

Sungguh tak ada nikmat yang paling besar dari ini, ketika di hari yg paling mulia, hari Jum’at Sayyidul Ayyam, di bulan yg paling mulia, Sayyidus Syuhur bulan Ramadhan, kita masih diberi hidup, nafas masih berhembus, jantung masih berdetak, diberi pula badan yang sehat dan hati kita pula masih tergerak ketika mendengar suara adzan berkumandang. Kita tinggalkan segala aktifitas kita, segala pekerjaan kita, untuk menuju ke rumah Allah ini. Maka kita syukuri segala nikmat Allah ini dengan ucapan Alhamdulillahirobbil ‘alamin.

Sholawat dan Salam kepada Baginda Nabi, اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّد ,

 Kaum muslimin jamaah Jumat Rahimakumulloh.

Betapa banyak orang yang sangat ingin sampai pada hari ini, namun apalah daya takdir berkata lain, umurnya tak sampai.

فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ 

 kalau ajal sampai tak dapat ditunda walau sesaat tak pula dapat dimajukan walau sesaat(QS. Al-A'raf ayat 34)

Ada yang dipanggil Allah 1 atau 2 bulan sebelum masuk Ramadhan, ada yang beberapa hari sebelum masuk Ramadhan, bahkan ada yang hanya tinggal hitungan jam mau memasuki Ramadhan, tapi ajalnya sudah sampai, sehingga tak dapat juga bertemu dengan Ramadhan tahun ini.

Tak sayangkah Alloh pada mereka? Kita khusnuzon, Alloh juga sayang pada mereka, karena mereka sudah cukup amalnya untuk bertemu dengan Alloh, Lalu bagaimana dengan kita? Alloh juga masih sayang pada kita, dosa kita masih terlalu banyak untuk berjumpa dengan Alloh, maka umur kita dipanjangkan Alloh supaya bisa berjumpa bulan Ramadhan ini, karena inti dari semua keutamaan bulan Ramadhan adalah dia datang untuk menghapus dosa-dosa kita, siang malamnya. Siangnya:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 “Siapa yang puasa Ramadhan  karena iman dan semata mengharap ridho Alloh, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

 Malamnya:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa mendirikan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Setiap waktunya adalah kesempatan untuk kita meraih ampunan Allah SWT. Ada satu kisah yang akan menggambarkan betapa beruntungnya, betapa hebatnya orang yang berjumpa dengan bulan Ramadhan. Kisah ini ada dalam kitab hadits, Sunan Ibnu Majah. Diriwayatkan dari sahabat Nabi yang mulia Thalhah bin 'Ubaidullah (salash satu sahabat yang dijamin masuk surga). 

Beliau menceritakan tentang dua orang yang masuk Islam bersamaan. Salah satunya lebih bersemangat untuk ikut berjihad dan gugur sebagai syahid. Yang satunya hidup setahun lebih lama lalu wafat dalam keadaan biasa.

Setelah keduanya meninggal dunia, suatu hari Talhah bermimpi melihat keduanya di pintu surga, dan ternyata yang wafat terakhir (yang wafatnya biasa) justru masuk surga lebih dahulu, dan yang wafat pertama (mati syahid) masuk belakangan. Keesokan harinya Thalhah menceritakan mimpinya kepada orang2 dan akhirnya sampai kepada Nabi , beliau bersabda:

مِنْ أَيِّ ذَلِكَ تَعْجَبُونَ ?

"Perkara yang mana yang membuat kalian heran?"

Mereka menjawab,

يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا كَانَ أَشَدَّ الرَّجُلَيْنِ اجْتِهَادًا ثُمَّ اسْتُشْهِدَ

"Wahai Rasulullah, laki-laki (yang pertama meninggal) adalah orang yang paling bersemangat dalam berjihad dari yang lain, lalu dia mati syahid.

وَدَخَلَ هَذَا الْآخِرُ الْجَنَّةَ قَبْلَهُ

“Tapi mengapa orang yang lain (laki-laki yang meninggal belakangan) justru masuk surga terlebih dahulu darinya?"

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:

أَلَيْسَ قَدْ مَكَثَ هَذَا بَعْدَهُ سَنَةً

"Bukankah orang ini hidup setahun setelahnya?"

 وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَ وَصَلَّى كَذَا وَكَذَا مِنْ سَجْدَةٍ فِي السَّنَةِ

"Bukankah ia mendapatkan bulan Ramadan dan berpuasa? Ia juga telah mengerjakan shalat ini dan itu dengan beberapa sujud dalam setahun?”

Mereka menjawab, "Ya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kembali bersabda:

فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

"Sungguh, sangat jauh perbedaan antara keduanya (dalam kebajikan) bagaikan antara langit dan bumi." (Sunan Ibnu Majah No. 3915)

Kaum muslimin jamaah Jumat Rahimakumulloh.

Begitulah hebatnya orang yang berjumpa dengan Ramadhan, Padahal kita tahu balasan bagi orang yang mati syahid dalam hadits shahih diantaranya, bebas azab kubur, diampuni semua dosa2 nya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dan sebagian ulama mengatakan bahkan mereka akan masuk surga tanpa hisab.

Namun ternyata orang yg lebih panjang umurnya, berjumpa dengan Ramadhan lalu dia puasa, dia taraweh, dia sholat wajib dan sunnat. Dia beramal soleh di dalamnya, dia Lebih dahulu masuk surganya.

Mati Syahid memang mulia, tetapi panjang umur dan istiqomah dalam ibadah juga sangat tinggi nilainya.

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya.” (HR. Sunan at-Tirmidzi — hasan shahih)

 

Maka Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan yang datang dan pergi begitu saja. Ramadhan adalah: Tangga utk menaikkan derajat, Mesin penghapus dosa, dan Momentum perubahan hidup.

Bisa jadi satu Ramadhan yang serius kita isi dengan maksimal amal soleh, lebih berat timbangannya daripada hidup puluhan tahun amal biasa.

 

Maka jamaah sekalian, Ramadhan adalah hadiah terindah dari Allah SWT. Jika hari ini kita masih hidup dan Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan, itu berarti: Allah masih memberi kita kesempatan, Allah belum menutup pintu taubat, Allah ingin menghapus dosa dan menaikkan derajat kita.

Jangan sia-siakan nikmat ini! Syukuri dengan segenap jiwa, dengan memaksimalkan setiap ibadah: Puasanya Full 1 bulan puasa terbaik berkualitas, tak hanya menahan dari makan dan minum tapi juga tahan mata, telinga, tangan, kaki, dan hati. Tarawehnya full 30 malam walau hanya 11 Rakaat, Sholat berjamaahnya full 5 waktu, Alqur’an khatam paling tidak 1 kali, sedekahnya setiap hari, zakatnya ditunaikan tepat waktu. Manfaatkan setiap detiknya utk berbuat kebaikan.

Kalaulah seperti ini kita menjalani Ramadhan dapat dipastikan akan tercapailah tujuan Ramadhan utk menjadikan kita orang yg bertaqwa, dan keluar dari Ramadhan akan Allah berikan hidayah utk tetap Istiqomah, sampai malaikat maut tiba.


LINK DOWNLOAD : JANGAN SIA-SIAKAN RAMADHAN

JANGAN SIA-SIAKAN RAMADHAN