Minggu, 26 Oktober 2025

BAHAYA PENYAKIT HASAD

 


Oleh : Azirwan Mustaqim, ST

 

Kaum muslimin jamaah jum’at yg dimuliakan Allah swt..

Ada satu penyakit hati yg sangat berbahaya, yg bisa menjadikan semua amal sia-sia habis tak bersisa. Bahkan juga bisa menjerumuskan orang kepada kesyirikan. Penyakit itu namanya adalah HASAD

Dalam hadits diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Dalam sunan Abu Daud. Rasululloh saw bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

"Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kabaikan seperti api memakan kayu bakar." (HR. Abu Daud 4257)

Mengumpulkan kayu bakar di Arab tempat Nabi tinggal itu susahnya luar biasa, bukan seperti di tempat kita yg banyak pohonnya. Lalu setelah kayu susah payah dikumpulkan begitu datang api, dalam hitungan menit semua jadi abu, lalu abu ditiup angin habis tak bersisa.

Begitulah perumpaan Hasad memakan amal-amal kita. Amal ibadah yang sudah susah payah kita kerjakan, puasa dengan perjuangan berat melawan hawa nafsu dan godaan yang begitu berat. sholat berjamaah dengan melawan malas melangkahkan kaki, sholat tahajjud malam berat melawan kantuk. Zakat, sedekah kita keluarkan dg berat melawan sifat bakhil.

Ternyata semua ibadah yg sudah susah payah kita kerjakan itu bisa habis hilang tak bernilai di hadapan Alloh swt sepertihalnya tumpukan kayu bakar yg habis dimakan api, berubah menjadi abu. karena penyakit yg namanya Hasad.

Tapi bukankah dalam Alqur’an Alloh berjanji :

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ

(siapa yg beramal walau sebesar zarroh ia akan melihat balasan amalnya itu)

Itu janji Alloh, dan Alloh tak pernah ingkar janji, maka memang akan Alloh tunjukkan juga amal itu: (QS. Al-furqon : 23)

وَقَدِمْنَآ اِلٰى مَا عَمِلُوْا مِنْ عَمَلٍ

 “kami datangkan semua amalnya, ini sholatmu, ini puasamu, ini tahajjudmu, ini baca qur’anmu, ini sedekahmu dulu, setelah kami datangkan, kami kumpulkan dan dilihat oleh mata kepalanya,

فَجَعَلْنٰهُ هَبَاۤءً مَّنْثُوْرًا

“Kemudian kami jadikan amalnya itu seperti debu yg ditiup angin, hilang tak berbekas.

Apa yang menghilangkannya? Salah satunya adalah Penyakit yang namanya HASAD.

Apa itu hasad? Sering orang mengartikannya iri dan dengki. Tak salah. Tapi  defenisi hasad yang paling lengkap sempurna adalah yang diberikan seorang ulama besar bernama IMAM ABU HAMID AL GHAZALI dalam kitabnya “ihya ulumuddin”. Beliau membagi hasad jadi 2, yang pertama kata imam Al-Ghazali :

كَرَاهِيَةُ النِّعْمَةِ عَلَى الْمُنْعَمِ عَلَيهِ

 (Tak senang ketika orang lain mendapat nikmat).

Ketika melihat ada nikmat jabatan diberikan Allah kepada orang lain datang rasa benci. Ketika ada kawan yg diberikan Allah nikmat harta lebih, maka datang rasa tak senang. Melihat kehidupan rumah tangga orang lain rukun dan bahagia, ada rasa iri. Maka ini sudah setengah dari hasad. Kapan hasad itu menjadi lengkap 100 % ditambah bagian yang kedua:

وحُبُّ زَوَالِهَا

(ingin supaya ikmat orang tadi hilang).

Maka dari hasad muncullah hasut, muncullah siasat, muncullah fitnah, Adu domba, bagaimana caranya supaya nikmat yang dimiliki orang lain hilang, tak mempan cara zohir gunakan cara bathin, asal tercapai tujuan supaya nikmat yang diberikan Allah swt kepada orang lain itu hilang.

 

Kaum muslimin jamaah jum’at yg dimuliakan Allah swt...

Siapakah kiranya yang pertama kali terkena hasad ini? Maka dalam Al Qur’an Alloh ceritakan:

وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ

 “kami perintahkan kepada para malaikat sujudlah kamu kpd Adam semuanya sujud kecuali iblis”. (QS. Al-Baqarah 34)

Mengapa iblis tak mau sujud?  Dosa pertama iblis adalah hasad, tak senang dengan nikmat yg Allah berikan kepada Nabi Adam, dia merasa sudah beribadah sekian ribu tahun mengapa mesti sujud kpd Adam yang baru diciptakan?

Maka muncullah HASAD dalam diri Iblis, muncul rasa tak senang menengok Nabi Adam diberikan nikmat lebih oleh Allah swt. Dan setelah itu muncul keinginan bagaimana supaya nikmat yg diterima oleh Nabi Adam itu hilang. Maka dilakukanlah tipu daya dan siasatnya terhadap Nabi Adam.

Oleh sebab itu kalau ada orang yg taat ibadahnya, rajin sholatnya, puasa Ramadhannya penuh, puasa sunatnya rutin, khatam qur’an berkali2. Tapi ada hasad dalam dirinya, terlintas dalam hatinya,

“Kenapa si fulan yg ke masjidnya hanya seminggu sekali tapi hidupnya selalu senang? Kenapa si fulan yg bahkan tak pernah sholat tapi hartanya banyak? Sedangkan aku yg yg selama ini rajin ke masjid, rajin ibadah tapi hidupku susah dan tak punya harta? Kenapa dia yg diberi nikmat itu kenapa bukan saya”. Lalu muncul tindakan supaya nikmat orang itu hilang.  

Maka hati-hatilah saudaraku, ini termasuk salah satu dari sifat iblis, kalau iblis yang sudah berada dalam surga saja diusir Allah karena hasad, apalagi kita yang belum tentu sama sekali.

Maka di hari Jum’at yg agung ini kita Merenung sejenak, introspeksi diri, bermuhasabah. Tanya dalam hati kecil kita. Selama ini Adakah rasa tak senang dalam hati ketika ada kawan diberi nikmat lebih oleh Alloh, adakah rasa benci dalam hati ketika saudara dilebihkan hartanya oleh Alloh, adakah rasa iri dan dengki dalam hati ketika melihat tetangga hidupnya aman, rukun, dan bahagia?

Merenung sejenak, apakah selama ini kita ikut senang ketika melihat orang senang? Atau justru kita susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah.

Merenung sejenak menegur diri. “hai fulan ingat ketika kau hasad, melayang amal tahujjudmu yg begitu sulit kau lakukan. Hai fulan ingat banyak sudah sedekahmu hilang seperti debu ditiup angin gara2 hasad yg ada dalam hatimu, perenungan yg mendalam itulah yg akan menyelamatkan diri dari penyakit hasad dan akan mendekatkan kita kpd Alloh swt.

 

Kaum muslimin jamaah jum’at yg dimuliakan Allah swt...

Bagaimanakah cara mengobati penyakit HASAD? Diantara cara menghilangkannya adalah:

1.       Meningkatkan iman

Meyakini sepenuh hati bahwa semua nikmat itu dari Allah SWT. Segala yg terjadi adalah kehendak Allah. Allah yang mengatur segalanya.

وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali Imran 26)

 

وَاللّٰهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ فِى الرِّزْقِۚ

Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki (QS. An-Nahl 71)

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ

Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (QS. An-Nisa 32)

Karena semua itu adalah ujian, yg diberi rezki ujian apakah dia bersyukur. Yg belum diberi rezki juga ujian, apakah dia bersabar.


2.       Syukur dan Qona’ah

Dengan Melihat nikmat yang kita punya dan merasa cukup dengan apa yg diberikan Allah kepada kita. Inilah orang yg paling bahagia hidupnya.

Nabi shallallahu ‘alaih wa sallam menasehati Abu Hurairah,

وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ

“Dan ridhailah segala apa yang dibagikan Allah kepadamu, niscaya kamu akan menjadi manusia paling kaya.” (Shahih: Sunan At-Tirmidzi no. 2305; Musnad Al-Imam Ahmad 2/310.

 

3.       Perbanyak Zikir dan do’a

Begitu terlintas hasad di hati maka langsung istighfar, dan do’akan orang itu supaya mendapat kebaikan. Berdo’a pula supaya terhindar dan selamat dari penyakit hasad.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Artinya : "Ya Allah, ampunilah dosadosa kami dan dosadosa saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orangorang yang beriman. Ya Allah, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. AlHasyr: 10)

Mudah2an Alloh selamatkan kita dari penyakit Hasad ini, sehingga amal2 ibadah yg kita lakukan selama ini dapat menolong kita dihadapan Alloh nanti pada hari Yaumala yanfa’u maalun walaa banuun” pada hari harta tak dapat menolong anakpun tak dapat menolong, “illa man atalloha biqolbin saliim” kecuali orang yg datang menghadap Alloh dg hati yg selamat” . Selamat dari Hasad, selamat dari sombong, selamat dari segala macam penyakit hati.


Link PDF : Bahaya Penyakit Hasad

BAYARLAH ZAKAT